JENEPONTO — Peristiwa yang sempat menyita perhatian publik atas dugaan pengancaman hingga menutup akses masuk rumah, resmi dilaporkan di Kepolisian Polres Jeneponto Polda Sulawesi Selatan.
Pengancaman tersebut berawal, ketika para pelaku RS berteman datang kerumah RH dengan membawa linggis dan lainnya. Dapat dicurigai, bahwa aksi premanisme tersebut diduga ada otak dibaliknya.
“Klien kami bilang, pelaku RS melontarkan kata-kata “Kubunoko, ku ratak-ratakko” (saya bunuh kau, kupotongko) kalau seng yang saya pasang ini ada yang berani membukanya, begitu kliem kami meniru kata-kata terduga pelaku”, ujar, Samsul, SH.,MH Kuasa Hukum, Korban.
Peristiwa itu terjadi pada hari Minggu 2 Agustus 2026, tepatnya di Dusun Sunggua, Desa Kareloe, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
“Klien kami pun ketakutan dan merasa terancam jiwanya hingga melaporkan peristiwa menakutkan itu ke Kepolisian. Ia, tadi siang sudah resmi melapor atas dugaan pengancaman”, urainya, Selasa 4 Agustus 2026.
Menurut Klien Kami, Pelaku secara bersama-sama datang ada yang membawa linggis, palu dan lainnya. Pelaku melakukan aksinya dengan cara menutup akses masuk dalam rumah dengan cara memagar secara paksa.
“Klien kami sempat menegur terlapor RS untuk tidak memasang pagar depan rumahnya, apalagi itu akses jalur masuk rumah. Namun terlapor tidak mendengar dan tetap memaksa melakukan dugaan tindak pidana,” sebutnya
Harapan kami, agar keluarga besar dari Pelapor selaku korban untuk tetap tenang dan jangan terpancing dari provokasi dari pihak manapun. Percayakan penanganannya pada Penyidik Kepolisian setempat.
“Kasus ini kami akan kawal, hingga kepastian hukum. Kalau terlapornya lebih dari satu orang, siapapun yang terlibat dalam peristiwa pidana itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya”, tegasnya
Informasi yang kami peroleh, sebelum terlapor RS pernah berurusan lagi di kepolisian pada tahun 2024 dengan kasus yang pengancaman, keduanya sempat berdamai untuk tidak saling menganggu yang dituangkan dalam surat penyataan. (*)

Tinggalkan Balasan