MAROS – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, melalui program kerja individu mahasiswa Fakultas Peternakan, melaksanakan pelatihan pembuatan silase jerami padi sebagai pakan ternak alternatif di Dusun Makuring, Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, pada Kamis (30/07). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak yang berkualitas dan bernilai ekonomis, senin(03/08/2026).
Program kerja ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal, khususnya jerami padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan memanfaatkan teknologi fermentasi menggunakan EM4 dan molase, jerami padi dapat diolah menjadi silase yang memiliki kualitas nutrisi lebih baik, daya simpan lebih lama, serta dapat digunakan sebagai cadangan pakan ternak pada musim kemarau.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai manfaat silase, bahan-bahan yang digunakan, serta tahapan pembuatannya. Selanjutnya, mahasiswa memberikan demonstrasi secara langsung mulai dari pencampuran larutan EM4 dan molase, penyemprotan pada jerami padi, proses pencampuran hingga merata, pemadatan, dan penyimpanan dalam wadah kedap udara agar proses fermentasi berlangsung dengan baik.
Dewi Natalia Lallo selaku penanggung jawab program kerja menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan inovasi sederhana yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.
“Melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat mampu memanfaatkan jerami padi yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi pakan ternak alternatif yang berkualitas. Teknologi silase cukup sederhana, mudah diterapkan, dan dapat membantu peternak menjaga ketersediaan pakan sepanjang tahun,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengikuti setiap tahapan praktik pembuatan silase. Peserta tidak hanya memperhatikan penjelasan yang diberikan, tetapi juga ikut mencoba proses pencampuran bahan, pemadatan, hingga teknik penyimpanan silase. Berbagai pertanyaan juga diajukan terkait lama fermentasi, ciri-ciri silase yang baik, cara penyimpanan, serta pemberiannya kepada ternak. Kegiatan ini berlangsung interaktif dan memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak yang bernilai guna.
Kepala Dusun Makuring selaku perwakilan masyarakat menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin.
“Program pelatihan pembuatan silase ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para peternak. Kami berharap ilmu yang telah diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga jerami padi yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi pakan ternak yang berkualitas serta membantu mengurangi biaya pakan,” tuturnya.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Bonto Tallasa dapat mengembangkan pemanfaatan jerami padi sebagai silase secara mandiri sehingga mampu meningkatkan efisiensi usaha peternakan, mengurangi limbah pertanian, serta mendukung ketahanan pakan ternak secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, melalui penerapan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Tinggalkan Balasan