MAKASSAR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin Angkatan 69 menggelar Seminar Program Kerja di Desa Binuang, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, pada Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian kepada masyarakat berdasarkan hasil observasi lapangan yang telah dilakukan sebelumnya, selasa(28/07/2026).

Seminar tersebut dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri atas Sekretaris Camat Balusu, Kepala Desa Binuang, Supervisor KKN-PK Universitas Hasanuddin, bidan desa, Kepala SD Negeri 195 Binuang, kader Posyandu, Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok tani, tokoh masyarakat, serta warga Desa Binuang. Kehadiran berbagai unsur pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan program kerja mahasiswa.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN-PK memperkenalkan tujuh program kerja utama yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat. Ketujuh program tersebut meliputi penyuluhan pencegahan diabetes melitus disertai pemeriksaan gula darah sewaktu, penyuluhan postur ergonomis bagi kelompok tani, intervensi pencegahan stunting melalui media edukasi NUTRIWEEL, optimalisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA), edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, edukasi cara menyikat gigi yang benar bagi siswa sekolah dasar, serta program MISI BINTANG (Binuang Tangguh Anti Stunting).

Program-program tersebut dirancang sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Binuang. Selain menyasar kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu, program juga melibatkan petani, kader kesehatan, serta masyarakat umum agar manfaat kegiatan dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Dalam sesi diskusi, peserta seminar memberikan berbagai masukan terhadap rencana program yang dipaparkan. Kepala SD Negeri 195 Binuang mengusulkan agar pihak sekolah dilibatkan dalam pelaksanaan program optimalisasi TOGA sehingga siswa dapat memperoleh edukasi mengenai pemanfaatan tanaman obat sejak dini.

Sementara itu, Kelompok Wanita Tani (KWT) mengusulkan adanya pembagian bibit tanaman obat kepada peserta sebagai tindak lanjut dari program TOGA agar dapat diterapkan langsung di lingkungan rumah masing-masing.

Menanggapi berbagai saran tersebut, mahasiswa KKN-PK Desa Binuang menyampaikan apresiasi atas dukungan dan partisipasi seluruh peserta seminar. Seluruh masukan yang diberikan akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan sebelum program kerja dilaksanakan.

Mahasiswa berharap seluruh rangkaian kegiatan KKN-PK dapat berjalan dengan baik melalui kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan masyarakat Desa Binuang.”