Makassar – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan informasi publik yang inklusif melalui inovasi SAPA PORENA (Sistem Akses Pelayanan Aman untuk Kelompok Rentan). Melalui program ini, BBPOM memastikan kelompok rentan, khususnya ibu hamil dan ibu menyusui, memperoleh edukasi yang mudah dipahami mengenai keamanan pangan dan kosmetik demi melindungi kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan, sabtu(25/07/2026).
Komitmen tersebut diwujudkan langsung oleh Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, yang memberikan edukasi kepada puluhan ibu hamil dan ibu menyusui pada kegiatan di Posyandu Kenanga 2 Mandala bekerja sama dengan Puskesmas Mamajang, Kota Makassar, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi keterbukaan informasi publik yang tidak hanya menyediakan informasi, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh akses pengetahuan yang setara tanpa diskriminasi.
Dalam sambutannya, Yosef menegaskan bahwa ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. Pasalnya, setiap makanan yang dikonsumsi maupun kosmetik yang digunakan dapat berdampak langsung terhadap kesehatan ibu sekaligus memengaruhi perkembangan janin dan bayi.
“Keterbukaan informasi publik harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Melalui SAPA PORENA, kami ingin memastikan kelompok rentan memiliki akses informasi yang setara sehingga mampu menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih pangan dan kosmetik yang aman. Dengan masyarakat yang semakin teredukasi, kita tidak hanya melindungi kesehatan hari ini, tetapi juga menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Yosef.
Dalam kesempatan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai Lima Kunci Keamanan Pangan, yakni menjaga kebersihan, memisahkan pangan mentah dan matang, memasak hingga matang sempurna, menyimpan pangan pada suhu yang aman, serta menggunakan air dan bahan baku yang aman. Penerapan lima prinsip tersebut dinilai penting untuk mencegah penyakit akibat pangan yang masih menjadi ancaman kesehatan, terutama bagi ibu hamil dan anak.
Selain itu, BBPOM di Makassar juga mengajak masyarakat menjadi konsumen yang lebih cerdas melalui penerapan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk obat dan makanan. Peserta turut diperkenalkan dengan aplikasi BPOM Mobile yang dapat digunakan untuk mengecek legalitas produk, memperoleh informasi resmi, hingga menyampaikan pengaduan apabila menemukan dugaan pelanggaran di bidang obat dan makanan.
Tak hanya membahas keamanan pangan, edukasi juga menyoroti pentingnya membatasi konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL) sesuai anjuran kesehatan. Pola konsumsi yang sehat dipandang sebagai langkah strategis dalam mencegah penyakit tidak menular sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Pada sesi edukasi kosmetik, Yosef mengingatkan para peserta agar tidak mudah tergiur produk yang menjanjikan hasil instan. Ia menjelaskan bahwa kosmetik yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, asam retinoat, maupun zat terlarang lainnya dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan ibu, bahkan berpotensi menyebabkan gangguan perkembangan janin maupun kesehatan bayi. Karena itu, masyarakat diminta selalu memastikan produk yang digunakan telah memiliki izin edar BPOM.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan konsultasi yang dimanfaatkan peserta untuk mengajukan berbagai pertanyaan seputar keamanan pangan, penggunaan kosmetik, hingga cara memanfaatkan layanan BPOM Mobile. Melalui pendekatan dialogis tersebut, BBPOM di Makassar tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh penjelasan langsung dari regulator.
Melalui inovasi SAPA PORENA, BBPOM di Makassar berharap literasi masyarakat terhadap keamanan obat, makanan, dan kosmetik terus meningkat. Sejalan dengan tagline “Bukan Pangan Jika Tidak Aman”, BBPOM berkomitmen menghadirkan pelayanan informasi publik yang inklusif serta membangun budaya konsumsi yang lebih cerdas, sehat, dan bertanggung jawab sebagai fondasi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan