JENEPONTO – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Jeneponto menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penyuluh KB yang berlangsung di Gedung Kalabbirang, Senin (8/6/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh sekitar 83 orang Penyuluh KB yang tersebar di wilayah Kabupaten Jeneponto.

​Kepala Dinas PPKB Kabupaten Jeneponto, St. Meriam dalam arahannya menekankan pentingnya peningkatan kualitas kinerja dan kedisiplinan bagi seluruh jajaran penyuluh di lapangan.

Ditegaskannya bahwa peran penyuluh adalah garda terdepan dalam menyukseskan program Bangga Kencana.

​Salah satu poin utama yang ditekankan adalah validitas data melalui penggunaan sistem GPS (Global Positioning System) yang akurat. Hal ini krusial untuk memastikan setiap laporan pelayanan di lapangan dapat dipertanggungjawabkan dan mencerminkan kondisi riil di wilayah kerja masing-masing.

​”Sinergi dan kolaborasi adalah kunci. Kita harus bekerja lebih terintegrasi untuk mencapai target pelayanan KB serta program pengendalian penduduk. Fokus kita tidak hanya pada cakupan peserta, tetapi juga pada dampak nyata di masyarakat,” ujar St. Meriam.

Dalam rapat tersebut, ditekankan pula urgensi keterlibatan penyuluh dalam program intervensi pencegahan stunting serta pendampingan bagi anak yang telah teridentifikasi stunting.

​Sebagai bentuk penguatan peran di lapangan, Dinas PPKB Jeneponto telah menjadwalkan pelaksanaan Apel Siaga 927 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang akan diselenggarakan pada 15 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan TPK agar lebih masif dalam melakukan pendampingan kepada keluarga sasaran.

Sebagai bentuk motivasi, dalam acara tersebut Dinas PPKB juga memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada tiga Penyuluh KB terbaik atas pencapaian akseptor baru tertinggi dalam rangka perayaan HUT IBI. Para penerima penghargaan tersebut adalah Marwati, ​Indriani dan Agus.

​Penghargaan ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh penyuluh lainnya untuk terus memberikan dedikasi terbaik dalam melayani masyarakat dan menyukseskan program kependudukan di Kabupaten Jeneponto. (*)