JENEPONTO, matasulsel.id – Wahda Inspirasi Zakat (WIZ) DPD Wahdah Islamiyah Kabupaten Jeneponto kembali menebar kebaikan dan kemanfaatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pada hari Selasa, 2 Juni 2026, lembaga ini secara resmi menyalurkan bantuan berupa sembako beras kepada sejumlah warga yang masuk dalam kategori kelompok rentan, hasil penghimpunan donasi dari berbagai kalangan, perorangan, instansi pemerintah seperti Dispora Jeneponto, Satpol PP Jeneponto hingga perusahaan yang peduli terhadap sesama, PLN ULP Jeneponto,

Penyaluran ini merupakan wujud nyata amanah yang telah ditunaikan oleh WIZ Jeneponto atas sumbangan yang diterima, baik berupa bahan pangan, sembako, maupun uang tunai. Komitmen untuk terus menyebarkan manfaat yang lebih luas menjadi landasan utama setiap langkah yang diambil, dengan tujuan memastikan bantuan tepat sasaran sampai ke tangan mereka yang paling berhak menerima.

Saat ini, WIZ Jeneponto juga sedang merampungkan profil lengkap masyarakat yang layak mendapatkan bantuan rutin setiap bulan. Kelompok ini terdiri dari warga yang hidup dalam kesendirian, tidak lagi mampu bekerja atau mencari nafkah, serta menghadapi kondisi fisik yang sulit—mulai dari sakit menahun, lumpuh, lanjut usia (jompo), hingga golongan fakir miskin yang sangat bergantung pada uluran tangan orang lain.

Salah satu kisah yang menyentuh hati datang dari Lingkungan Lembang Loe, Kelurahan Balang. Di sana tinggal Bapak SK (72 tahun), yang dulunya bekerja di perusahaan TV kabel. Satu tahun lalu, ia mengalami kecelakaan parah yang menyebabkan patah tulang dan membuatnya lumpuh total. Kini, ia tidak bisa beraktivitas sama sekali dan hanya bisa bergerak di dalam rumah, sepenuhnya bergantung pada bantuan keluarga dan tetangga.

Kondisi keluarga ini semakin berat karena anaknya, AK yang juga bekerja sebagai pegawai TV kabel, lima bulan lalu mengalami kecelakaan kerja hingga terjatuh dan kini juga mengalami kelumpuhan, sehingga tidak mampu lagi mencari nafkah untuk dirinya, istri, maupun ayahnya.

Kisah serupa juga dialami oleh Bapak AS (32 tahun) yang tinggal di Dusun Sapiri, Desa Sapanang, Kecamatan Binamu. Ia hidup sendiri dan hanya mengandalkan penghasilan dari usaha menjadi tukang pijat. Pendapatan yang tidak menentu membuatnya sering kali kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga kehadiran bantuan sembako ini menjadi penopang yang sangat berarti baginya.

Masih banyak lagi kisah nyata di berbagai tempat di Kabupaten Jeneponto, warga lanjut usia yang hidup sendiri, orang yang sakit keras, atau mereka yang kehilangan kemampuan bekerja akibat musibah yang menanti uluran tangan sesama.

Keberadaan program “Tebar Sembako Nusantara” ini menjadi jembatan penghubung antara para donatur yang berkeinginan berbagi rezeki dengan mereka yang sedang berada dalam kesulitan.

WIZ DPD Wahdah Islamiyah Kabupaten Jeneponto mengajak seluruh lapisan masyarakat, para dermawan, dan pihak yang peduli untuk terus bergandengan tangan. Setiap sumbangan, sekecil apa pun, adalah bagian dari kebaikan yang akan kembali berlipat ganda, serta menjadi harapan baru bagi keluarga seperti Bapak Sukarno, Bapak Al Safar, dan ribuan warga lainnya yang membutuhkan dukungan agar tetap bisa melanjutkan hidup dengan layak.

Berbagi rezeki bukan hanya soal memberi, melainkan membangun hubungan kemanusiaan yang lebih erat, di mana kebahagiaan dan kesejahteraan bisa dirasakan bersama. Mari terus menebar kebaikan, karena di balik setiap bantuan yang disalurkan, ada senyum yang terukir dan harapan yang terjaga. ,(*)