MAKASSAR — Komitmen terhadap lingkungan tak berhenti di atas kertas. PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk. (GMTD) membuktikannya lewat aksi nyata: membersihkan Pantai Akkarena dan mengangkat 306 kilogram sampah dari pesisir.

Aksi bertajuk “Bersih Pantaiku, Peduli Lingkunganku” ini digelar bertepatan dengan momentum Hari Bumi Sedunia.

Sekitar 100 peserta turun langsung ke garis pantai, memungut sampah plastik yang selama ini diam-diam menggerogoti keindahan dan kesehatan ekosistem laut.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ia menjadi bagian dari strategi besar GMTD dalam menerapkan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG), yang juga diintegrasikan dalam program CSR “Lippo Untuk Indonesia PASTI” dengan nilai Pintar, Asri, Sejahtera, Tangguh, dan Independen.

Kolaborasi jadi kunci. GMTD menggandeng Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku serta pemerintah setempat untuk memastikan dampak kegiatan terasa nyata dan berkelanjutan.

Head of Finance GMTD, Eldo T. Sinurat, menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan pilihan, melainkan kewajiban bersama.

“Melalui momentum Hari Bumi, kami ingin mendorong kesadaran kolektif untuk lebih peduli, terutama terhadap kawasan pesisir yang sangat rentan,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari pemerintah. Kepala Tata Usaha Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku, Rina Triany Muchsin, menilai langkah ini sebagai contoh kuat sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam menjaga lingkungan.

Hal senada disampaikan Lurah Tanjung Merdeka, M. Armansyah Fernanda, yang menyebut kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi penting menciptakan kota yang bersih dan sehat.

Lebih dari sekadar kegiatan bersih-bersih, aksi ini mencerminkan implementasi pilar Asri dalam program CSR GMTD—sebuah upaya berkelanjutan untuk menjaga kualitas lingkungan, memperkuat peran komunitas, dan memastikan pembangunan tetap selaras dengan alam.

Di tengah ancaman sampah yang kian menggunung, langkah kecil seperti ini terasa seperti sapuan ombak yang membawa harapan: bahwa laut masih bisa diselamatkan, satu kantong sampah dalam satu waktu.