MATASULSEL.ID – Memperingati Hari Konsumen, Hari Kartini, dan Hari Bumi 2026, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membagikan lebih dari 10 ribu pohon kepada nasabah perempuan.

Pemberian pohon ini merupakan bentuk apresiasi atas loyalitas nasabah, sekaligus bagian dari komitmen BSI dalam melayani sepenuh hati.

Program ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Konsumen, Hari Kartini, dan Hari Bumi yang jatuh pada 20, 21, dan 22 April 2026.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyapa langsung nasabah dan menyerahkan pohon di Kantor Cabang Denpasar, Bali.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Bob T Ananta, Direktur Sales and Distribution Anton Sukarna, serta Direktur Retail Banking Kemas Erwan Husainy turut menyambut nasabah di sejumlah cabang di DKI Jakarta sambil membagikan pohon untuk ditanam.

BSI menggelar kampanye bertajuk Kartini Cerdas, Bumi Lestari dalam kegiatan ini.

Setiap 10 nasabah perempuan pertama yang datang ke cabang mendapatkan satu pohon untuk ditanam di rumah masing-masing.

Hingga Maret 2026, BSI memiliki 1.130 cabang di seluruh Indonesia, sehingga total pohon yang dibagikan mencapai sekitar 10 ribu batang.

Dorong Perempuan dan Ekonomi Hijau

BSI menegaskan dukungannya terhadap ekonomi hijau dan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari komitmen perusahaan.

Saat ini, sebanyak 41 persen dari total 16 ribu pegawai BSI merupakan perempuan. Sementara itu, 47 persen nasabah UMKM BSI juga berasal dari kalangan perempuan.

“Kami ingin terus mendorong perempuan Indonesia maju dan berdaya secara ekonomi,” ujar Anggoro.

BSI juga menjalankan berbagai program edukasi dan pemberdayaan, di antaranya untuk nelayan di Sulawesi Selatan serta pembatik di Jawa Tengah melalui program desa binaan.

Dalam mendukung keberlanjutan, BSI menerapkan prinsip ESG melalui tiga pilar utama, yakni sustainable banking, sustainable operation, dan beyond banking.

Pada implementasinya, BSI aktif menyalurkan pembiayaan ke sektor ramah lingkungan serta mengoptimalkan efisiensi operasional dengan memperhatikan aspek keberlanjutan, termasuk pengurangan jejak karbon dan penggunaan sumber daya secara bijak.

Per Desember 2025, pembiayaan sustainability BSI mencapai Rp73,2 triliun, dengan 21 persen di antaranya merupakan pembiayaan hijau atau sekitar Rp15,66 triliun. 

BSI juga menerbitkan sukuk keberlanjutan tahap II senilai Rp5 triliun.

Pada pilar sustainable operation, BSI menjalankan berbagai inisiatif ramah lingkungan, seperti pembangunan gedung hijau, peluncuran jejak karbon digital, pemasangan panel surya di desa binaan dan kantor cabang, penyediaan SPKLU, penggunaan kendaraan operasional listrik, serta penyediaan 70 mesin recycle vending machine di wilayah Jabodetabek dan Bali.

“BSI akan terus bertransformasi menjadi bank syariah dengan kinerja unggul yang tetap berpegang pada prinsip keberlanjutan, tidak hanya berorientasi pada profit tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Anggoro.

Perkuat Sosial dan UMKM

Pada aspek sosial dan beyond banking, BSI mengoptimalkan peran ZISWAF (zakat, infak, sedekah, dan wakaf) sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.

Selama lima tahun terakhir, BSI telah menyalurkan zakat sebesar Rp1,05 triliun untuk mendukung masyarakat agar lebih berdaya secara ekonomi.

BSI juga terus memperkuat kegiatan sosial dan lingkungan sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah.

Hingga Februari 2026, pembiayaan UMKM BSI mencapai Rp52,43 triliun atau tumbuh 6,10 persen secara tahunan.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, BSI optimistis dapat terus membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan dan inklusif.

Hari Bumi menjadi momentum bagi BSI untuk menjalankan bisnis yang lebih efisien dan ramah lingkungan, sekaligus memberikan dampak nyata bagi perekonomian.

BSI juga terus melakukan transformasi digital agar layanan perbankan lebih mudah dan aman diakses masyarakat.

Untuk menjaga kepercayaan lebih dari 23 juta nasabah, BSI mengedukasi masyarakat agar menjadi konsumen yang bijak di era digital.

Nasabah diimbau selalu memeriksa informasi melalui kanal resmi BSI serta waspada terhadap berbagai modus kejahatan perbankan. (*)