MOROWALI — Momentum Hari Bumi Sedunia tahun ini tak dibiarkan lewat begitu saja oleh PT Vale Indonesia Tbk.
Di kawasan Jetty Port Bahomotefe, Morowali, perusahaan tambang nikel ini menggelar aksi nyata yang terasa seperti “napas baru” bagi pesisir: penanaman ratusan pohon hingga gerakan bersih pantai, sekaligus kampanye hemat energi di lingkungan kerja.
Kegiatan yang dijalankan melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali ini melibatkan karyawan dan mitra kontraktor.
Bukan sekadar seremoni, melainkan kolaborasi yang hidup, di mana tangan-tangan pekerja tambang berubah menjadi penjaga ekosistem.
Ratusan pohon ditanam dengan komposisi yang dirancang seperti orkestra alam: mangrove sebagai benteng pesisir, ketapang dan kelapa sebagai peneduh, serta kayu angin yang memperkaya lanskap.
Mangrove menjadi bintang utama karena kemampuannya menyerap karbon sekaligus menahan abrasi, menjaga garis pantai tetap utuh di tengah tekanan perubahan iklim.
Tak berhenti di tanah, aksi berlanjut ke garis air. Area pantai dan sekitar jetty dibersihkan dari sampah yang berpotensi mencemari laut.
Limbah yang terkumpul kemudian dipilah sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab.
Namun, langkah hijau ini tidak hanya berlangsung di luar ruangan. Di dalam lingkungan operasional, perusahaan juga menyalakan “mesin perubahan” lewat kampanye hemat air dan energi.
Karyawan didorong untuk melakukan hal-hal sederhana yang berdampak besar: menggunakan air secara bijak, mengurangi pemborosan listrik, hingga meningkatkan efisiensi energi dalam aktivitas harian.
Head of Bahodopi Operation PT Vale, Wafir, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini adalah bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
“Hari Bumi menjadi pengingat bahwa keberlanjutan tidak cukup menjadi slogan. Ia harus hadir dalam tindakan yang konsisten, mulai dari penanaman pohon hingga perubahan perilaku sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam membangun budaya peduli lingkungan. Menurutnya, keberlanjutan bukan proyek satu tim, melainkan gerakan bersama yang tumbuh dari kesadaran kolektif.
Langkah ini selaras dengan penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) yang menjadi fondasi operasional perusahaan.
PT Vale Indonesia Tbk terus berupaya menekan jejak lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Aksi di Morowali ini diharapkan memberi dampak jangka panjang: dari ekosistem pesisir yang lebih kuat, lingkungan kerja yang lebih sehat, hingga lahirnya kebiasaan baru yang lebih ramah bumi.
Di tengah isu iklim yang kian mendesak, langkah-langkah seperti ini menjadi pengingat sederhana namun kuat: menjaga bumi bukan pekerjaan besar yang menunggu nanti, melainkan kebiasaan kecil yang dimulai hari ini.

Tinggalkan Balasan