MATASULSEL.ID, MAKASSAR — Lembaga Amil Zakat Bosowa Peduli bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait penguatan program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat di Sulawesi Selatan.

Penandatanganan kerja sama berlangsung dalam rangkaian kegiatan Tebar Harapan Ramadhan (THR) serta peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang digelar di Aula Kanwil Kemenag Sulsel, Makassar, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat dalam menghadirkan program sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.

MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, bersama sejumlah pimpinan lembaga amil zakat yang beroperasi di wilayah Sulawesi Selatan, termasuk LAZ Bosowa Peduli.

Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan program pemberdayaan ekonomi bagi mustahik melalui pemanfaatan dana zakat secara produktif dan berkelanjutan.

Program yang akan dijalankan melalui kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat penerima zakat sehingga tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.

Dalam kesempatan yang sama, LAZ Bosowa Peduli turut menyalurkan bantuan paket pangan Ramadhan kepada para mustahik di Sulawesi Selatan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat sebagai bagian dari program kolaboratif bersama Kanwil Kemenag Sulsel untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama bulan suci Ramadhan.

Head of Bosowa Peduli, Hafit T. Mas’ud, menegaskan bahwa sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem pengelolaan zakat yang berdampak luas bagi masyarakat.

Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan jangka pendek, tetapi juga diarahkan pada program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem zakat di Sulawesi Selatan. Melalui sinergi dengan Kanwil Kemenag Sulsel, kami berharap program-program zakat tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi mustahik agar lebih mandiri dan berkelanjutan,” ujar Hafit.

Ia menambahkan, Bosowa Peduli memiliki komitmen untuk menjadikan zakat sebagai instrumen transformasi sosial.

Melalui berbagai program pemberdayaan, diharapkan para penerima zakat dapat meningkatkan taraf hidupnya dan secara bertahap mampu naik kelas secara ekonomi.

Selain penandatanganan MoU dan penyaluran bantuan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan di bidang zakat.

Hadir pula pimpinan lembaga amil zakat tingkat nasional maupun provinsi yang beroperasi di Sulawesi Selatan.

Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi antar lembaga pengelola zakat serta membangun komitmen bersama dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan dan pendistribusian zakat di daerah.

Kanwil Kemenag Sulsel menilai kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan.

Dengan pengelolaan yang terintegrasi dan program yang terarah, zakat diharapkan mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga zakat ini, pengelolaan zakat di Sulawesi Selatan diharapkan semakin terkoordinasi, transparan, dan tepat sasaran.

Tidak hanya memberikan bantuan konsumtif, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dengan langkah kolaboratif tersebut, zakat diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat solidaritas sosial di tengah momentum bulan suci Ramadhan.