MATASULSEL.ID, MAKASSAR — Perhatian pemerintah terhadap perkembangan seni dan budaya di ruang publik kembali ditunjukkan melalui penyaluran bantuan alat musik kepada para musisi jalanan di Kota Makassar.
Bantuan tersebut disalurkan oleh Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dengan menggandeng Institut Musik Jalanan sebagai mitra pelaksana di daerah.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan dukungan nyata kepada para seniman yang selama ini berkarya di ruang publik dan menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.
Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas penampilan serta memperkuat eksistensi musisi jalanan sebagai salah satu unsur penting dalam ekosistem seni dan budaya.
Penyaluran bantuan dilakukan kepada sejumlah musisi jalanan yang aktif tampil di berbagai titik keramaian Kota Makassar.
Beberapa lokasi yang menjadi pusat aktivitas para seniman jalanan antara lain kawasan Pantai Losari, Jalan Sungai Cerekang, hingga area Pasar Sentral Makassar yang dikenal sebagai ruang interaksi masyarakat sekaligus panggung terbuka bagi para musisi lokal.
Koordinator Institut Musik Jalanan Makassar sekaligus Ketua Komunitas Penyanyi Jalanan Makassar, Bahar Karca, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap para seniman jalanan yang selama ini berkarya secara mandiri.
“Terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Kebudayaan atas apresiasi dan bantuan yang diberikan kepada para seniman jalanan di Makassar,” ujar Bahar.
Menurutnya, bantuan alat musik tersebut memiliki arti penting bagi para musisi jalanan yang selama ini mengandalkan peralatan sederhana untuk berkarya.
Dengan dukungan peralatan yang lebih baik, para seniman diharapkan dapat meningkatkan kualitas musik serta memberikan hiburan yang lebih maksimal bagi masyarakat.
Bahar menjelaskan bahwa para musisi jalanan merupakan bagian dari wajah kebudayaan kota yang sering kali hadir tanpa panggung resmi.
Mereka tampil di trotoar, taman kota, kawasan wisata, hingga pusat keramaian untuk menghibur masyarakat sekaligus menyalurkan bakat seni.
“Kami melihat ini sebagai bentuk pengakuan terhadap keberadaan musisi jalanan. Selama ini teman-teman berkarya dengan segala keterbatasan, tetapi tetap berusaha menghadirkan hiburan yang berkualitas bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menilai bantuan tersebut menjadi motivasi baru bagi para seniman jalanan untuk terus berkarya dan mengembangkan kreativitas.
Selain itu, dukungan pemerintah dinilai mampu memperkuat rasa percaya diri para musisi jalanan bahwa karya mereka juga memiliki nilai penting dalam perkembangan seni budaya di Indonesia.
Menurut Bahar, musisi jalanan bukan hanya sekadar mencari nafkah, tetapi juga berperan dalam menciptakan atmosfer kota yang hidup dan kreatif.
Musik yang mereka bawakan sering kali menjadi pengiring aktivitas masyarakat, baik di kawasan wisata maupun pusat perdagangan.
Di kawasan Pantai Losari misalnya, kehadiran musisi jalanan sering menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang datang menikmati suasana tepi laut Makassar.
Alunan musik akustik, lagu-lagu populer, hingga karya cipta sendiri kerap mengisi ruang publik dan menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung.
Hal serupa juga terlihat di beberapa ruas jalan dan pusat keramaian lain di kota ini, di mana para musisi jalanan tampil dengan berbagai gaya dan genre musik.
Keberagaman tersebut mencerminkan dinamika kreativitas para seniman lokal yang terus berkembang.
Bantuan alat musik yang diberikan melalui program ini meliputi sejumlah instrumen yang umum digunakan oleh musisi jalanan, seperti gitar, cajon, hingga perlengkapan pendukung lainnya.
Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu para seniman meningkatkan kualitas aransemen musik serta memperluas eksplorasi karya.
Bahar juga berharap program dukungan terhadap musisi jalanan dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Menurutnya, masih banyak seniman jalanan yang membutuhkan perhatian, baik dalam bentuk fasilitas, pelatihan, maupun ruang tampil yang lebih layak.
Ia menambahkan bahwa keberadaan komunitas musisi jalanan di Makassar selama ini telah berupaya menjaga etika dan kualitas penampilan di ruang publik.
Melalui komunitas tersebut, para seniman juga saling berbagi pengalaman serta membangun solidaritas antar sesama musisi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa musisi jalanan juga bisa tertib, kreatif, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan dukungan seperti ini, semangat teman-teman untuk terus berkarya tentu semakin besar,” jelasnya.
Program bantuan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem seni dan budaya nasional.
Tidak hanya seniman yang tampil di panggung besar, tetapi juga para pelaku seni di ruang publik yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan budaya masyarakat.
Melalui perhatian terhadap musisi jalanan, pemerintah ingin memastikan bahwa ruang kreativitas tetap terbuka bagi semua kalangan.
Seni yang lahir dari ruang publik dinilai memiliki karakter yang kuat karena dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Di Makassar sendiri, perkembangan komunitas musisi jalanan cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Banyak anak muda yang memilih menyalurkan bakat musik mereka melalui pertunjukan di ruang publik sebelum akhirnya berkembang ke panggung yang lebih besar.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa jalanan tidak hanya menjadi ruang aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang ekspresi seni yang hidup dan dinamis.
Dari ruang inilah sering lahir talenta-talenta baru yang kemudian berkembang menjadi musisi profesional.
Bantuan alat musik dari pemerintah diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem yang lebih baik bagi para seniman jalanan.
Selain meningkatkan kualitas penampilan, dukungan tersebut juga dapat memperkuat posisi musisi jalanan sebagai bagian dari kekayaan budaya kota.
Dengan semangat baru yang hadir melalui program ini, para musisi jalanan di Makassar diharapkan dapat terus menghadirkan karya-karya kreatif yang menghibur masyarakat sekaligus memperkaya warna seni di ruang publik.
Dukungan pemerintah pun menjadi bukti bahwa setiap karya seni, dari panggung besar hingga trotoar kota, memiliki nilai penting dalam perjalanan budaya bangsa.



Tinggalkan Balasan