MATASULSEL.ID, LUWU TIMUR — Satu minggu pasca terbukanya kembali akses jalur utama menuju Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah tersebut berangsur pulih dan bertahap kembali normal.
Selama proses pemulihan, Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Kabupaten setempat untuk memastikan kelancaran penyaluran energi yang sempat terhenti selama kurang lebih lima hari akibat kendala akses distribusi.
Pemulihan dilakukan melalui dua tahapan utama. Tahap pertama adalah pemerataan distribusi BBM dan LPG ke seluruh SPBU dan agen. Selanjutnya, dilakukan peningkatan ketahanan stok di lembaga penyalur guna menjaga keberlanjutan pasokan.
Untuk mendukung langkah tersebut, Pertamina melakukan penyaluran di atas konsumsi normal harian serta mengoperasikan Fuel Terminal Palopo lebih panjang dari jam operasional biasa, dengan tetap mengedepankan standar keselamatan kerja dan aspek HSSE.
Hasil koordinasi antara Pertamina dan Pemerintah Daerah juga menghasilkan kebijakan imbauan kepada masyarakat agar membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.
Kebijakan ini dinilai efektif dalam menjaga pemerataan pasokan serta mencegah praktik spekulatif selama masa pemulihan.
Sebagai bagian dari penguatan pasokan, Pertamina Patra Niaga melakukan penambahan distribusi BBM di Luwu Utara sebesar 18 persen untuk gasoline dan 15 persen untuk gasoil dari rata-rata harian.
Sementara di Luwu Timur, pasokan gasoline ditingkatkan sebesar 16 persen dan gasoil sebesar 10 persen dari konsumsi normal.
Selain itu, Pertamina mengoptimalkan Fuel Terminal Poso sebagai titik suplai alternatif guna mempercepat pemulihan distribusi, terutama pada fase awal ketika jalur utama masih dalam proses normalisasi.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kontinuitas pasokan serta mempercepat pemerataan distribusi energi ke wilayah terdampak.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin selama proses pemulihan.
“Pertamina Patra Niaga mengapresiasi peran aktif Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran distribusi energi. Sinergi ini menjadi kunci agar pemulihan berjalan lebih cepat dan pasokan BBM serta LPG kembali stabil di masyarakat,” ujar Rum.
Untuk LPG, Pertamina Patra Niaga juga menggelar operasi pasar atau pasar murah di sejumlah titik yang ditetapkan Pemerintah Daerah.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan pengawasan Dinas Perdagangan serta dukungan Satpol PP. Secara total, dilakukan penambahan pasokan LPG sebanyak 11.200 tabung atau sekitar 50 persen dari alokasi harian di Luwu Utara dan Luwu Timur.
Di sisi lain, Pertamina mencermati adanya dampak dari sejumlah pemberitaan terkait rencana aksi lanjutan yang memicu kepanikan masyarakat.
Hal tersebut terindikasi melalui meningkatnya pembelian BBM dan LPG di beberapa wilayah, termasuk Kota Palopo dan sekitarnya.
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM serta LPG sesuai kebutuhan.
Sikap bijak masyarakat diharapkan dapat mempercepat pemulihan distribusi energi, khususnya di wilayah Luwu Utara dan Luwu Timur.


Tinggalkan Balasan