MATASULSEL.ID, JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 seiring penguatan peran dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Seluruh bank di Indonesia, baik bank umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR), tercatat sebagai peserta program penjaminan LPS tanpa pengecualian.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, menyampaikan bahwa sejak berdiri hingga akhir 2025, LPS telah menjalankan berbagai langkah resolusi perbankan secara cepat dan efektif.
“Setiap bank di Indonesia, baik bank umum maupun BPR, tanpa terkecuali merupakan anggota program penjaminan LPS,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Farid menjelaskan, LPS telah melakukan resolusi bank melalui likuidasi terhadap 1 bank umum, 130 BPR, dan 16 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Selain itu, LPS juga pernah melakukan penempatan modal sementara pada 1 bank umum serta konversi modal (bail-in) pada 1 BPR.
Seluruh proses resolusi tersebut dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan efisiensi guna menjaga kepercayaan publik terhadap industri perbankan.
Seiring penguatan tata kelola dan sistem operasional, LPS juga mencatat peningkatan signifikan dalam kecepatan pembayaran klaim penjaminan kepada nasabah.
Saat ini, rata-rata waktu pembayaran klaim pertama kali sejak pencabutan izin usaha bank telah mencapai 5 hari kerja, jauh lebih cepat dibandingkan lima tahun lalu yang masih membutuhkan waktu hingga 14 hari kerja.
Dari sisi keuangan, neraca LPS menunjukkan pertumbuhan yang solid. Hingga akhir 2025, total aset LPS tercatat sebesar Rp276,2 triliun (unaudited) atau tumbuh 13,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
LPS juga membukukan surplus sebesar Rp33,8 triliun, meningkat 13,8 persen secara tahunan. Sementara itu, Cadangan Penjaminan LPS turut menguat 13,3 persen menjadi Rp213,4 triliun, mempertegas kapasitas lembaga dalam menjalankan fungsi penjaminan simpanan.
Selain menjalankan mandat utama di sektor keuangan, LPS juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional. Sepanjang 2025, LPS mencatatkan pembayaran pajak sebesar Rp3 triliun, naik 15,3 persen dibandingkan tahun 2024.
LPS juga meningkatkan partisipasinya dalam pembiayaan negara melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp51,4 triliun, tumbuh 8,4 persen secara tahunan.
Di bidang sosial, LPS melalui program LPS Peduli turut menyalurkan bantuan tanggap bencana, termasuk bagi korban banjir di Sumatera, dengan total nilai bantuan mencapai Rp1,4 miliar. Program ini menjadi wujud empati dan kepedulian LPS terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.
Dengan kinerja keuangan yang solid, kecepatan layanan yang terus membaik, serta kontribusi nyata bagi perekonomian dan sosial, LPS menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional dan melindungi dana masyarakat di sektor perbankan.


Tinggalkan Balasan