MAKASSAR — Musibah kebakaran yang melanda kawasan permukiman warga di Paccerakkang, Makassar, pada 20 Agustus 2026, meninggalkan duka mendalam.

Empat unit rumah hangus terbakar dalam peristiwa tersebut dan satu warga, almarhumah Y (41), turut menjadi korban jiwa.

 

Di tengah kepedihan yang masih dirasakan para korban, Bosowa Peduli bergerak cepat memberikan dukungan kemanusiaan.

Tim Bosowa Peduli turun langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa paket sembako dan berbagai kebutuhan pokok bagi warga terdampak.

 

Kehadiran Bosowa Peduli tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga menghadirkan dukungan moral bagi warga yang tengah menghadapi masa sulit.

Aksi tersebut menjadi wujud kepedulian sekaligus pesan bahwa para korban tidak berjalan sendiri dalam melewati masa pemulihan.

 

“Saat bencana melanda, yang paling dibutuhkan adalah kepastian bahwa masih ada yang peduli. Kami datang untuk memastikan kebutuhan mendasar saudara-saudara kita di Paccerakkang tetap terpenuhi di masa kritis ini,” ujar perwakilan Bosowa Peduli di lokasi.

 

Bantuan pangan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga selama proses pemulihan berlangsung.

Bantuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meringankan beban masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.

 

Bosowa Peduli menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam situasi darurat dan memberikan respons terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Bagi Bosowa Peduli, kepedulian bukan sekadar hadir setelah bencana terjadi, tetapi juga menjadi upaya untuk menjaga harapan dan memperkuat semangat warga agar dapat kembali bangkit.

 

Di tengah puing-puing yang tersisa, bantuan tersebut menjadi pengingat bahwa solidaritas masih menyala. Bosowa Peduli pun berupaya merawat asa warga Paccerakkang, satu bantuan dan satu kepedulian pada satu waktu.