BULUKUMBA – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus melakukan langkah penguatan distribusi BBM untuk menjaga kelancaran akses masyarakat di Kabupaten Bulukumba. Penyaluran Pertalite di wilayah tersebut telah ditambah sebesar 5–10 persen dari rata-rata penyaluran harian normal sebagai bagian dari penyesuaian terhadap kebutuhan masyarakat, sabtu(22/08/2026).

Langkah tersebut dilakukan seiring adanya pemberitaan mengenai antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Bulukumba. Pertamina Patra Niaga secara berkala memonitor kondisi stok, realisasi penyaluran, serta perkembangan antrean di setiap lembaga penyalur untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Pengawasan terhadap proses transaksi di SPBU juga terus diperkuat. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi diterima konsumen sesuai peruntukan sekaligus meminimalkan potensi pembelian berulang, penimbunan, maupun penyalahgunaan yang dapat memengaruhi akses masyarakat terhadap BBM.

Pada SPBU yang mengalami peningkatan antrean, Pertamina Patra Niaga mengaktifkan petugas marshalling untuk membantu mengatur arus kendaraan selama proses pengisian. Pengaturan ini ditujukan agar antrean tetap tertib, kendaraan dapat bergerak secara teratur, serta aktivitas pengisian tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU.

Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan evaluasi terhadap pola kebutuhan BBM di Bulukumba dan wilayah sekitarnya. Penyaluran akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan di lapangan agar ketersediaan BBM tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung secara optimal.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penambahan pasokan dan penguatan pengaturan di SPBU merupakan bagian dari langkah Pertamina dalam menjaga kelancaran distribusi BBM kepada masyarakat.

“Kami terus memantau kondisi penyaluran BBM di Bulukumba, termasuk stok, realisasi penjualan, dan perkembangan antrean di SPBU. Penambahan pasokan sebesar 5–10 persen dari rata-rata harian normal telah dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Di titik yang mengalami antrean, petugas marshalling juga kami aktifkan agar pelayanan dapat berjalan lebih tertib dan lancar,” ujar Lilik.

Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat untuk melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan dan mengikuti pengaturan yang diterapkan petugas SPBU. Pengawasan bersama juga diperlukan untuk menjaga penyaluran BBM bersubsidi tetap tepat sasaran dan dapat diakses masyarakat yang berhak.

Apabila masyarakat menemukan kendala layanan, dugaan penyalahgunaan, atau indikasi pelanggaran dalam proses penyaluran BBM, informasi dapat disampaikan melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135 untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.