JENEPONTO, matasulsel.id – Dalam upaya berkontribusi nyata terhadap penanganan isu pendidikan, mahasiswa Politeknik STIA LAN Makassar menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Naskah Akademik Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah (APS) di Kabupaten Jeneponto, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan FGD yang difasilitasi bersama Pattiro Jeka ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), perwakilan pemerintah daerah dalam hal ini Kabid Paud dan PNF Diknas, akademisi, serta tokoh masyarakat guna merumuskan formulasi kebijakan yang komprehensif dan tepat sasaran.

Landasan Ilmiah untuk Kebijakan Daerah
Penyusunan naskah akademik ini digagas sebagai wujud kepedulian akademis mahasiswa Politeknik STIA LAN Makassar dalam merespons persoalan ATS dan APS yang masih menjadi tantangan mendesak di Kabupaten Jeneponto.

Melalui diskusi terarah ini, tim mahasiswa menghimpun data empiris, masukan praktis, serta aspirasi dari para pemangku kepentingan untuk menyusun rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

“FGD ini menjadi ruang kolaboratif untuk membedah akar masalah ATS dan APS di Jeneponto. Diharapkan naskah akademik yang kami susun dapat menjadi landasan teoritis maupun legal formal yang kuat bagi Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam merumuskan regulasi atau kebijakan penanganan anak tidak sekolah,” ungkap perwakilan tim mahasiswa Politeknik STIA LAN Makassar.

Sinergi Lintas Sektor
Dalam jalannya FGD, para peserta menyoroti beberapa poin krusial yang menjadi fokus utama penyusunan naskah akademik, diantaranya :

Akurasi dan Integrasi Data : Pentingnya pemutakhiran data verifikasi dan validasi (verval) ATS agar program intervensi tepat sasaran di setiap kecamatan.

Pendekatan Multi-Pihak : Penangan isu anak tidak sekolah membutuhkan sinergi inter-sektoral antara dinas pendidikan, dinas sosial, lembaga swadaya masyarakat, serta komunitas lokal.

Keberlanjutan Program : Mendorong hadirnya payung hukum daerah yang menjamin keberlanjutan akses pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal/kesetaraan.

Melalui sinergi antara mahasiswa Politeknik STIA LAN Makassar, Pattiro Jeka, dan para pemangku kebijakan setempat, naskah akademik ini diharapkan dapat segera dirampungkan serta memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan di Kabupaten Jeneponto. (*)