MATASULSEL.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencatat penyaluran kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan terus menunjukkan kinerja positif hingga akhir 2025.
Pada posisi Desember 2025, porsi kredit UMKM terhadap total kredit di Sulawesi Selatan mencapai 36,40 persen atau senilai Rp61,69 triliun. Angka tersebut tumbuh 0,27 persen secara year on year (yoy).
Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menegaskan bahwa sektor UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian daerah sehingga akses pembiayaan harus terus diperluas.
“UMKM memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Sulawesi Selatan. Karena itu, OJK terus mendorong agar akses pembiayaan semakin inklusif, terutama bagi pelaku usaha mikro yang jumlahnya paling besar,” ujarnya.
Segmen Mikro Mendominasi
Data OJK menunjukkan kredit UMKM di Sulawesi Selatan masih didominasi oleh segmen usaha mikro dengan share 53,99 persen. Selanjutnya, UMKM kecil sebesar 31,33 persen dan UMKM menengah 14,68 persen.
Secara keseluruhan, kredit UMKM telah disalurkan kepada 907.439 debitur di berbagai sektor usaha produktif.
Dominasi kredit mikro mencerminkan besarnya kebutuhan pembiayaan bagi pelaku usaha skala kecil yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Menurut Muchlasin, penguatan pembiayaan mikro menjadi kunci dalam menjaga daya tahan ekonomi daerah, khususnya di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan.
“Kami mendorong industri jasa keuangan untuk terus memperkuat pembiayaan produktif, termasuk melalui inovasi skema kredit yang lebih mudah diakses dan sesuai dengan karakteristik usaha mikro,” jelasnya.
Penguatan Ekosistem dan Pendampingan
OJK juga memastikan bahwa pengembangan kredit UMKM tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi dibarengi dengan penguatan ekosistem sektor jasa keuangan yang kontributif.
Salah satu kebijakan prioritas yang ditempuh adalah mendorong kemudahan akses pembiayaan dan pendampingan UMKM yang wajib dimuat dalam rencana bisnis sektor jasa keuangan untuk diimplementasikan secara konkret.
“Pendampingan menjadi faktor penting agar pembiayaan yang disalurkan benar-benar produktif dan berkelanjutan. Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas,” tegas Muchlasin.
Dengan kontribusi 36,40 persen terhadap total kredit daerah, sektor UMKM dinilai tetap menjadi motor penggerak ekonomi Sulawesi Selatan sekaligus pilar utama dalam memperkuat struktur ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.


Tinggalkan Balasan