JAKARTA – Pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang semakin masif di berbagai sektor mendorong kebutuhan akan pemahaman yang lebih mendalam mengenai etika dalam pengembangan dan penggunaannya.
Menjawab tantangan tersebut, Coursera berkolaborasi dengan UNESCO meluncurkan Global MOOC on the Ethics of AI, sebuah kursus daring gratis yang dirancang untuk meningkatkan literasi etika AI bagi masyarakat global, termasuk Indonesia.
Program ini menjadi kursus pertama UNESCO yang dikembangkan bersama LG AI Research dan kini tersedia dalam 11 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.
Kehadiran materi berbahasa Indonesia diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan AI yang bertanggung jawab sekaligus mendukung pengembangan talenta digital nasional.
Peluncuran kursus ini merupakan bagian dari implementasi Recommendation on the Ethics of Artificial Intelligence, kerangka etika AI pertama di dunia yang disusun UNESCO dan telah diadopsi oleh 193 negara.
Standar tersebut menjadi acuan global dalam memastikan teknologi AI dikembangkan dan dimanfaatkan secara aman, transparan, inklusif, serta menghormati hak asasi manusia.
Director General UNESCO, Prof. Khaled El-Enany, menegaskan bahwa prinsip-prinsip etika AI hanya akan berdampak jika diterapkan secara nyata oleh manusia.
“Prinsip saja tidak cukup untuk membangun AI yang beretika, manusialah yang mewujudkannya. Melalui kursus ini, UNESCO menerjemahkan Recommendation on the Ethics of Artificial Intelligence menjadi pembelajaran praktis sehingga masyarakat dapat menerapkan prinsip etika di setiap tahapan siklus hidup AI. Inilah cara kita mengubah komitmen bersama menjadi aksi nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Co-Head LG AI Research, Dr. Lim Woo-hyung, mengatakan tantangan terbesar saat ini bukan lagi menyusun prinsip etika AI, melainkan memastikan prinsip tersebut diterapkan dalam proses pengembangan hingga operasional teknologi.
Menurutnya, etika harus menjadi bagian dari setiap tahap siklus hidup AI, mulai dari desain produk, pengembangan sistem, hingga layanan kepada pengguna.
Ia berharap program ini menjadi fondasi bagi para peneliti dan pengembang dalam membangun ekosistem AI yang tepercaya sekaligus menjadikan inovasi yang bertanggung jawab sebagai standar industri.
Kursus tersebut dirancang untuk membantu peserta mengenali berbagai risiko etika dalam penerapan AI, menyeimbangkan berbagai kepentingan, serta mengambil keputusan yang tepat dalam proses desain, penggunaan, maupun tata kelola teknologi AI.
Materi pembelajaran dikembangkan berdasarkan kontribusi para pakar dari berbagai institusi terkemuka dunia, seperti Carnegie Mellon University, University of Toronto, Alan Turing Institute, serta sejumlah lembaga akademik internasional lainnya.
Chief Content Officer Coursera, Marni Baker Stein, menyatakan pihaknya bangga dapat menghadirkan UNESCO sebagai mitra di platform Coursera.
“Kursus gratis yang dikembangkan bersama LG AI Research ini akan membantu masyarakat dan institusi di seluruh dunia mengambil keputusan yang lebih tepat terkait AI. Bersama-sama, kami memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas untuk menjawab salah satu tantangan paling penting di era digital saat ini,” katanya.
Selama sembilan jam pembelajaran, peserta akan mempelajari berbagai studi kasus dan latihan berbasis praktik yang membahas isu-isu penting, seperti perlindungan privasi, transparansi algoritma, keberlanjutan, serta menjaga otonomi manusia dalam penggunaan AI.
Program ini tidak mensyaratkan kemampuan teknis khusus sehingga dapat diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, akademisi, pembuat kebijakan, hingga pelaku industri dan profesional yang ingin memahami tata kelola AI secara bertanggung jawab.
Melalui inisiatif ini, Coursera dan UNESCO berharap semakin banyak individu maupun institusi memiliki kapasitas untuk mengembangkan, memanfaatkan, dan mengadopsi teknologi AI secara etis sehingga manfaat inovasi digital dapat dirasakan secara luas tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan, keamanan, dan kepercayaan publik.
Kursus tersebut tersedia secara gratis dan dapat diakses oleh masyarakat Indonesia melalui platform Coursera.

Tinggalkan Balasan