JENEPONTO, matasulsel.id — Tawa hangat, petikan nada dan keakraban yang merekat erat kini membuncah di Balla Lompoa Bontang, Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu. Sejak 15 Juli hingga puncaknya pada 2 Agustus 2026.
Helatan Haul ke-VII Lembaga Adat Kerajaan Binamu Mattewakkang Karaeng Jungge (Karaeng Binamu XVI) sukses digelar dengan penuh kemegahan tradisi dan kehangatan silaturahmi.
Di balik riuk zaman modern yang makin melaju cepat, lembaga adat di bawah kepemimpinan Ir. Haidir Lewang Kr. Bulu’ bersama jajaran panitia—yang dikomandoi oleh Adwin Ma’gau Patappoi, S.E. Kr. Sutte dan Suryaningrat M, SKM, M.H. Kr. Bontoramba, menunjukkan komitmen luar biasa.
Melibatkan 120 panitia yang bekerja tanpa lelah, event budaya ini menjadi panggung pengingat: budaya Turatea tidak boleh pudar, ia harus terus berdenyut.
Panggung Atraksi Budaya Turatea
Lebih dari 500 pasang mata—terdiri dari rumpun keluarga besar, unsur Forkopimda, perwakilan Lembaga Kerajaan tetangga se-Sulawesi Selatan, hingga masyarakat lokal menjadi saksi betapa kaya dan hidupnya warisan leluhur Kerajaan Binamu.
Tiga atraksi budaya utama menjadi pusat perhatian dan sarana edukasi bagi generasi muda:
– A’pabbatte : Tradisi adu keberanian dan keharmonisan yang sarat dengan simbol kehormatan.
– A’pamanca : Seni bela diri tradisional yang memadukan keindahan gerak, ritme, dan ketangkasan prajurit Turatea.
– A’padekko : Pesta panen dan ketukan irama pestel/lesung tradisional yang menyimbolkan rasa syukur dan kebersamaan.
“Haul ini bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan wadah perekat silaturahmi dan perisai budaya agar identitas Turatea tetap berdiri kokoh menembus zaman,” tutur pimpinan kegiatan di sela-sela perayaan.
Peringatan Haul ke-VII ini menegaskan kembali bahwa Jeneponto bukan sekadar daerah lintasan, melainkan destinasi yang kaya akan jiwa, sejarah, dan pesona alam. Dari keindahan alam pesisir, perbukitan yang menawan, kulinernya yang legendaris, hingga keramahan warga lokal dan kaya event budayanya—Jeneponto menyimpan sejuta alasan untuk dijelajahi.
Maka, untuk siapa saja yang merindukan hangatnya kebudayaan Nusantara dan ingin merangkai pengalaman yang tak terlupakan:
“Sengka Ki Ri Jeneponto : Singgah, Nikmati Pesonanya.
Datang dan rasakan langsung kehangatan tradisi Turatea, nikmati pesona wisatanya, dan jadikan setiap detik di Jeneponto sebagai salah satu pengalaman terbaik dalam hidup Anda.
Mari bersatu melestarikan budaya, bangga akan warisan leluhur, dan sampai jumpa di helatan-helatan event megah Jeneponto selanjutnya. (*)

Tinggalkan Balasan