JENEPONTO, matasulsel.id — Suasana meriah, dramatis, dan sarat nilai budaya mewarnai laga penutupan turnamen sepak bola bergengsi Tarowang Super Cup III Tahun 2026 di Lapangan Lapa’ Eja, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Senin (27/7/2026).
Ajang tahunan ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi olahraga, tetapi sukses menjelma sebagai simpul silaturahmi lintas elemen masyarakat serta penggerak roda ekonomi lokal bagi pelaku UMKM.
Kemeriahan puncak acara diawali dengan prosesi penyambutan bernuansa adat Turatea. Trofi kebanggaan Tarowang Super Cup III diarak mengelilingi lapangan utama menggunakan kuda tunggangan Pasukan Patonro’, sebuah simbol ketangguhan dan kebanggaan tradisi kebudayaan lokal Jeneponto.
Laga puncak mempertemukan dua tim terbaik, PERSIDA FC vs NAUTIKA FC, Pertandingan berlangsung sengit dengan tensi tinggi. Kebuntuan pecah saat gawang Nautika FC kebobolan, yang seketika membuat gemuruh sorak-sorai ribuan suporter dan sponsor Persida memadati area lapangan.
Hingga peluit panjang dibunyikan di menit-menit akhir pertandingan, Persida FC berhasil mempertahankan keunggulan sekaligus mengangkat trofi juara Tarowang Super Cup III Tahun 2026.
Turnamen yang berlangsung selama kurun waktu satu bulan ini berhasil menggalang antusiasme luar biasa. Tak kurang dari 6.000 penonton dari berbagai latar belakang memadati Lapangan Lapa’ Eja, mulai dari kelompok tani, komunitas nelayan, pencinta seni dan hobi, jajaran Pemerintah Desa, Puskesmas (PKM) Tarowang, hingga para pedagang kaki lima dan pelaku UMKM lokal.
Bupati Jeneponto yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Muh. Ridwan Ramli, SE., M.Ap, menegaskan pentingnya kontinuitas ajang ini bagi pembinaan generasi muda.
“Kegiatan ini merupakan ajang pencarian bakat olahraga bagi generasi muda sekaligus menjadi wahana pemersatu seluruh lapisan masyarakat Tarowang,” ungkap Muh. Ridwan Ramli saat memberikan sambutan penutupan.
Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Kepala Desa Tarowang atas terciptanya suasana aman, kondusif, dan penuh rasa kekeluargaan selama turnamen berlangsung.
“Terima kasih kepada seluruh penonton atas kerjasamanya menjaga ketertiban, seluruh panitia pelaksana, dan yang terpenting apresiasi setinggi-tingginya kepada Karang Taruna Kec. Tarowang di bawah pimpinan Bapak Johan, SE., MM., atas support dan komitmen penuhnya selama satu bulan,”* tutur Kepala Desa Tarowang.
Penyelenggaraan Tarowang Super Cup III tidak lepas dari kolaborasi solid antara Pemerintah Desa Tarowang dan Karang Taruna Kecamatan Tarowang. Di bawah kepemimpinan Ketua Panitia M. Nurqadri Arief, Sekretaris Muh. Syaifullah Ahmad, dan Bendahara Andi Megawati, turnamen ini berjalan tertib dan profesional.
Menutup rangkaian kegiatan, Ketua Panitia menegaskan harapannya agar ajang ini menjadi perhatian serius lintas pemangku kepentingan.
“Kami panitia berharap kegiatan Tarowang Super Cup ke depannya mendapat support dan perhatian khusus dari stakeholder terkait dan pemerintah daerah, sebagai bentuk implementasi nyata dari pembinaan atlet dan kepemudaan di Kabupaten Jeneponto,” harap M. Nurqadri Arief.
Acara penutupan resmi diawali dengan penyerahan hadiah dan medali, yang diserahkan langsung oleh Staf Ahli Bupati bersama Camat Tarowang, Kadispora, dan Danramil Batang.
Turut hadir menyaksikan laga final yakni Ketua dan Anggota DPRD Jeneponto, Anggota DPRD Bantaeng, Kapolsek Batang, Ketua Karang Taruna Kabupaten Jeneponto, Protokol & Komunikasi Pimpinan (Protpim), serta Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Tarowang. (*)

Tinggalkan Balasan