Jeneponto, matasulsel.id – Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) bersama Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3MD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Perencanaan Desa dan Percepatan Penginputan Indeks Desa sebagai bagian dari agenda rutin bulanan dalam memperkuat koordinasi pembangunan desa, Selasa (21/7/2026).

Rakor tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan perencanaan desa, mempercepat penginputan data Indeks Desa, sekaligus memperkuat sinergi antara Dinas PMD, P3MD, pendamping desa, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan desa yang semakin maju dan inovatif.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas PMD Kabupaten Jeneponto M. Basuki, Kabid Pemerintahan Desa Sahabuddin beserta jajaran Dinas PMD, Koordinator Kabupaten P3MD Samsul Bahri, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Subhan, S.P. dan Ir. Jauwas Hafid, 18 Pendamping Desa serta 12 Pendamping Lokal Desa.

Pada kesempatan tersebut, Tim Inovasi Daerah Kabupaten Jeneponto Haerullah Lodji turut hadir sebagai narasumber untuk memaparkan strategi penguatan inovasi desa.

Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pelaksanaan Kompetisi Inovasi Daerah (KIND) tingkat Kabupaten Jeneponto serta Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai instrumen untuk mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Selain itu, dipaparkan pula rencana pelaksanaan Workshop Inovasi Daerah yang akan melibatkan seluruh pemerintah desa se-Kabupaten Jeneponto. Workshop tersebut akan dilaksanakan melalui kolaborasi antara Dinas PMD Kabupaten Jeneponto, P3MD, Tim Inovasi Daerah yang dikoordinasikan oleh Bappeda Kabupaten Jeneponto, serta seluruh pendamping desa.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Jeneponto, M. Basuki, menegaskan bahwa desa harus menjadi garda terdepan dalam menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Desa harus menjadi motor penggerak inovasi. Setiap desa memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda sehingga harus mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan, pemberdayaan masyarakat, maupun pembangunan desa. Potensi-potensi tersebut perlu dipersiapkan untuk mengikuti Kompetisi Inovasi Daerah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan keberhasilan Desa Bontorappo yang berhasil meraih prestasi pada Kompetisi Inovasi Daerah Tahun 2025 melalui inovasi di bidang literasi. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk terus mengembangkan berbagai terobosan sesuai potensi wilayah masing-masing.

Sementara itu, Koordinator Kabupaten P3MD Samsul Bahri menyampaikan komitmen P3MD dalam memberikan pendampingan kepada pemerintah desa agar mampu merancang inovasi secara sistematis dan berkelanjutan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pendamping desa, dan Tim Inovasi Daerah menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas desa sehingga mampu menghasilkan inovasi yang berkualitas dan berdaya saing, baik di tingkat kabupaten maupun nasional.

Melalui Rakor ini diharapkan percepatan penginputan Indeks Desa dapat berjalan optimal, kualitas perencanaan desa semakin meningkat, serta budaya inovasi terus tumbuh di seluruh desa di Kabupaten Jeneponto sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)