Jeneponto, matasulsel.id – Suasana Stadion Mini Turatea berubah menjadi lautan semangat pada Senin, 20 Juli 2026, dini hari saat ribuan masyarakat Jeneponto memadati kawasan tersebut untuk mengikuti nonton bareng (nobar) partai final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina.
Pertandingan yang berlangsung penuh tensi itu akhirnya dimenangkan Spanyol dengan skor tipis 1–0.
Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya Bupati Jeneponto, Kapolres Jeneponto, Penjabat Sekretaris Daerah, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah yang membaur bersama masyarakat.
Sorak-sorai, tepuk tangan, dan nyanyian para pendukung kedua tim menggema sepanjang pertandingan, menciptakan suasana penuh keakraban dan kebersamaan hingga menjelang pagi.
Kegiatan nobar ini menjadi salah satu bukti bahwa Stadion Mini Turatea kini telah berkembang menjadi ruang publik yang semakin diminati masyarakat, tidak hanya sebagai tempat berolahraga, tetapi juga sebagai pusat rekreasi dan kebersamaan warga.
Di balik suksesnya penyelenggaraan acara tersebut, terdapat dedikasi para petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jeneponto.
Begitu peluit panjang pertandingan dibunyikan, pasukan kebersihan yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Abdul Rahmat, segera memasuki area stadion untuk membersihkan berbagai jenis sampah yang ditinggalkan para penonton.
Tanpa mengenal lelah, mereka bekerja cepat agar Stadion Mini Turatea kembali bersih dan nyaman digunakan masyarakat. Semangat itu menjadi cerminan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari kemeriahan acaranya, tetapi juga dari kepedulian semua pihak dalam menjaga fasilitas publik.
Menurut Abdul Rahmat, kelelahan yang dirasakan seluruh tim terbayarkan oleh antusiasme masyarakat yang begitu tinggi dalam memanfaatkan ruang publik secara positif.
“Sekalipun kami harus kembali ke lapangan untuk membersihkan stadion setelah nonton bareng usai, kami tetap merasa bangga. Apa yang telah kita hadirkan di Stadion Mini Turatea membawa semangat baru, menghadirkan pengalaman nonton bareng di ruang terbuka yang penuh kebersamaan. Kini tinggal bagaimana kita bersama-sama menjaga kebersihannya,” ujarnya.
Ia berharap kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya terus tumbuh seiring semakin banyaknya kegiatan yang dilaksanakan di ruang publik.
Abdul Rahmat juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya.
“Nonton bola, yes. Jaga kebersihan, yes.”
Menurutnya, pesan sederhana tersebut memiliki makna besar bahwa setiap bentuk kegembiraan harus diiringi dengan tanggung jawab menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, nyaman, dan indah untuk dinikmati bersama.
Semangat tersebut selaras dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam mewujudkan daerah yang bersih, sehat, nyaman, unggul, asri, dan membahagiakan masyarakat.
Nilai itu juga sejalan dengan semangat nasional untuk membangun Indonesia yang semakin bersih dan lestari melalui kepedulian terhadap lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Jeneponto berharap setiap kegiatan masyarakat di ruang publik tidak hanya menjadi ajang hiburan dan mempererat persaudaraan, tetapi juga menjadi momentum membangun budaya disiplin menjaga kebersihan.
Dengan demikian, Stadion Mini Turatea akan terus menjadi kebanggaan masyarakat serta menjadi simbol hadirnya ruang publik yang hidup, tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.
Karena pada akhirnya, kemenangan sejati bukan hanya diraih di atas lapangan hijau, melainkan juga ketika seluruh masyarakat mampu memenangkan satu pertandingan penting lainnya yakni menjaga kebersihan lingkungan demi Jeneponto yang semakin asri, sehat, dan membanggakan. (*)

Tinggalkan Balasan