MAKASSAR — Upaya memperkuat keselamatan kerja dan pelayanan publik terus digencarkan Pelindo Regional 4 Makassar.
Melalui kegiatan Coffee Morning bersama para stakeholder kepelabuhanan di Pelabuhan Makassar, Kamis (21/5/2026), Pelindo membangun ruang komunikasi yang lebih terbuka demi menciptakan operasional pelabuhan yang aman, tertib, dan semakin profesional.
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai unsur penting di lingkungan kepelabuhanan, mulai dari operator terminal, instansi pemerintah, aparat keamanan, hingga pelaku jasa transportasi laut.
Forum itu menjadi wadah diskusi produktif terkait pelayanan embarkasi dan debarkasi penumpang yang selama ini menjadi perhatian utama pemerintah dalam pelayanan publik di pelabuhan.
Dalam forum tersebut, Pelindo bersama PT Pelni dan Polsek Soekarno-Hatta memaparkan sejumlah evaluasi dan strategi peningkatan layanan di Pelabuhan Makassar.
Salah satu fokus utama yang dibahas yakni penataan dan sterilisasi Terminal Penumpang Anging Mamiri guna menghadirkan suasana terminal yang lebih nyaman, aman, dan tertib bagi masyarakat pengguna jasa.
General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, , menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan harus berjalan seiring dengan penguatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di seluruh area operasional pelabuhan.
Menurutnya, salah satu potensi bahaya yang perlu menjadi perhatian serius adalah blind spot atau titik buta di area operasional.
Kondisi tersebut dinilai kerap memicu kecelakaan kerja hingga miskomunikasi yang dapat mengganggu aktivitas pelabuhan.
“Blind spot merupakan area yang tidak terlihat secara langsung, baik secara fisik maupun psikologis. Karena itu seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan agar potensi kecelakaan dapat dicegah sejak dini,” tegas Iwan.
Ia menambahkan, penerapan budaya K3 tidak hanya menjadi tanggung jawab operator pelabuhan, tetapi juga seluruh stakeholder yang beraktivitas di kawasan pelabuhan.
Dengan meningkatnya kesadaran terhadap risiko kerja, operasional pelabuhan diyakini dapat berjalan lebih efektif dan aman.
Kegiatan coffee morning tersebut turut dihadiri perwakilan PT Pelni Makassar, Dharma Lautan Utama, ALFI/ILFA Sulselbar, KSOP Utama Makassar, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Karantina, perwakilan buruh bagasi, hingga jajaran Polsek dan Polres Pelabuhan Makassar.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Para peserta saling bertukar masukan terkait pelayanan, keamanan, hingga penguatan koordinasi antarinstansi di Pelabuhan Makassar.
“Melalui kegiatan Coffee Morning ini, saya berharap terjalin komunikasi yang lebih terbuka, harmonis, dan produktif antara Pelindo dan seluruh stakeholder di Pelabuhan Makassar. Momentum ini juga diharapkan memperkuat sinergi serta menjadi wadah berbagi masukan demi peningkatan pelayanan dan kinerja perusahaan ke depan,” pungkas Iwan Sjarifuddin.

Tinggalkan Balasan