JENEPONTO, matasulsel.id – Kelompok Kerja Kepala Sekolah secara resmi melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Proyek Inovasi Sekolah di dua wilayah strategis, yakni Kecamatan Tarowang dan Kecamatan Turatea, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan berlangsung di UPT SDN 7 Tarowang dan Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Turatea, dan dihadiri secara penuh oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan di wilayah tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Alamsyah, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Agus Risal, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Tarowang dan Kecamatan Turatea, para Pengawas Pendidikan, seluruh Kepala Sekolah UPT Sekolah Dasar dan Kepala Sekolah PAUD serta narasumber dari Tim Pendamping Inovasi Daerah Kabupaten Jeneponto.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah, sebagai wujud tindak lanjut nyata atas perhatian serius Pemerintah Kabupaten Jeneponto yang dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Bimtek ini menjadi titik awal pelaksanaan serangkaian pembinaan serupa yang nantinya akan digelar merata di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh wilayah kabupaten.
Gerakan inovasi di lingkungan satuan pendidikan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Kompetisi Inovasi Daerah Kabupaten Jeneponto yang telah berjalan berkelanjutan sejak beberapa tahun terakhir.
Langkah ini juga merupakan respons langsung terhadap Surat Edaran Bupati Jeneponto, yang mewajibkan setiap instansi dan perangkat daerah untuk memiliki terobosan atau inovasi dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan publik.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam mendorong inovasi telah mendapatkan pengakuan tingkat nasional. Pada tahun 2025 lalu, Bupati Jeneponto menerima penghargaan prestisius sebagai Kabupaten dengan peningkatan indeks inovasi tertinggi dari Kementerian Dalam Negeri.
Atas capaian tersebut, tahun 2026 ini menjadi tahun penegasan, di mana seluruh elemen pemerintahan, termasuk sektor pendidikan, ditargetkan mampu memberikan peningkatan signifikan baik dari jumlah maupun kualitas inovasi yang dihasilkan. Tujuannya jelas, mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kualitas layanan publik di berbagai sektor, utamanya pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Alamsyah, dalam arahannya menegaskan bahwa inovasi pendidikan saat ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak dan prioritas utama. Menurutnya, inovasi yang dikembangkan di satuan pendidikan akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan pendidikan, metode pembelajaran yang lebih efektif, serta perbaikan tata kelola manajemen sekolah yang lebih transparan dan akuntabel.
“Inovasi di sekolah diharapkan mampu melahirkan prestasi-prestasi baru, membangun hubungan yang semakin harmonis antara warga sekolah, masyarakat, dan pemangku kepentingan, serta memberikan kontribusi besar terhadap Indeks Inovasi Daerah. Persiapan ini juga kita arahkan guna menghadapi Innovation Government Awards (IGA) yang akan diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri pada tahun 2026 ini,” ujar Alamsyah.
Lebih jauh ia berharap, melalui penguatan kapasitas dan pemahaman inovasi ini, seluruh satuan pendidikan di Jeneponto dapat melahirkan terobosan yang relevan, bermanfaat, dan berkelanjutan. Hal ini pada akhirnya akan berdampak positif besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang menjadi modal utama kemajuan daerah di masa depan.
Kehadiran Tim Pendamping Inovasi Daerah sebagai narasumber memberikan jaminan bahwa materi yang disampaikan sesuai dengan standar dan arah kebijakan inovasi daerah yang telah ditetapkan. Sinergi antara dinas pendidikan, pengawas, tenaga pendidik, dan pendamping inovasi ini menjadi kunci keberhasilan agar setiap ide inovasi dapat diterapkan, berjalan efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan.
Kegiatan Bimtek di Tarowang dan Turatea ini menjadi bukti nyata bahwa Jeneponto terus bergerak maju, menjadikan inovasi sebagai budaya kerja dan landasan utama dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, merata, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.(*)

Tinggalkan Balasan