Jeneponto, matasulsel.id – Di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Jeneponto, kegiatan pembukaan Formatur Camp with Pakarena resmi digelar Sabtu, (9/5/2026).

Acara yang diselenggarakan oleh Forum Anak Turatea ini menjadi tonggak penting dalam proses regenerasi kepengurusan untuk periode 2026–2027, sekaligus bukti eksistensi gerakan anak yang terus tumbuh dan berkembang sejak didirikan pada tahun 2017.

Ketua Formatur, Batara, menjelaskan bahwa nama “Pakarena” dipilih sebagai simbol semangat kebersamaan, kehalusan budi pekerti, dan kekuatan karakter—nilai-nilai yang harus dimiliki setiap pengurus Forum Anak.

Kegiatan ini menjadi wadah utama perkenalan, sosialisasi, dan penguatan pemahaman bagi calon anggota maupun pengurus baru.

Di sini, mereka berinteraksi langsung dengan para pengurus periode sebelumnya yang telah memasuki masa demisioner, bertukar pengalaman, serta membangun jejaring yang kokoh untuk keberlanjutan program kerja ke depan.

Salah satu hal yang paling menyentuh dan menjadi sorotan dalam kegiatan ini adalah mengemukanya semangat dan seruan khas yang terus dikumandangkan oleh seluruh anak-anak Jeneponto : “Anak Jeneponto 100% Cinta Jeneponto”.

Semangat ini seketika menggema dan disambut kompak dengan tagar dan pesan lain yang menjadi identitas gerakan mereka: “Dengarkan, Rasakan, dan Wujudkan Mimpi Anak Jeneponto”.

Kalimat-kalimat ini bukan sekadar seruan, melainkan roh dan semangat utama yang menjadi landasan bagi para pengurus, calon pengurus, para Bunda pembina, serta para demisioner dalam setiap langkah pembinaan dan pengabdiannya.

Pesan ini menegaskan tekad kuat agar suara, harapan, dan cita-cita anak-anak Jeneponto selalu didengar, dipahami, dan diwujudkan demi kemajuan daerah.

Proses perekrutan yang berjalan sangat terorganisir menjadi kebanggaan tersendiri. Mulai dari penjaringan berbasis sistem digital, wawancara mendalam untuk menguji komitmen dan pemahaman, hingga tahap kamp penguatan karakter hari ini, semua dirancang untuk memastikan terpilihnya generasi penerus yang berkualitas, berintegritas, dan siap mengemban amanah.

Hadir memberikan dukungan penuh, Bunda Forum Anak Turatea sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jeneponto dan Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Salmawati Paris. Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi karena Forum Anak Turatea mampu berdiri tegak, beraktivitas mandiri, dan tetap tertib dalam setiap pelaksanaan kegiatan selama hampir satu dekade.

“Forum Anak Turatea memiliki dua peran utama yang harus dipegang teguh : sebagai Pelopor dan Pelapor,” tegas Salmawati.

Sebagai pelopor, para pengurus wajib menjadi teladan, mempraktikkan hal-hal baik terlebih dahulu sebelum mengajak anak-anak lain melakukannya.

Sebagai pelapor, mereka memiliki tanggung jawab menyampaikan temuan di lapangan, seperti anak putus sekolah, kekerasan, atau perlakuan merugikan anak—kepada pihak berwenang agar segera mendapatkan penanganan.

Ia juga menyoroti tantangan zaman, khususnya penggunaan gawai dan media sosial yang menjadi dua sisi mata uang. Teknologi bisa sangat bermanfaat jika digunakan secara bijak, namun membawa dampak buruk jika disalahgunakan—seperti kecanduan gim, akses perjudian daring, atau konten tidak pantas. Oleh karena itu, ia berharap semangat “Dengarkan, Rasakan, dan Wujudkan Mimpi Anak Jeneponto” benar-benar menjadi nyata, di mana Forum Anak menjadi garda terdepan dalam mengampanyekan penggunaan gawai yang sehat, cerdas, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia Kabupaten Jeneponto.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jeneponto, Siti Maryam, Pegiat Pattiro Jeka Suryani Hajar, serta para mantan pengurus Forum Anak Turatea yang kini berperan sebagai pembimbing dan narasumber.

Kegiatan Formatur Camp with Pakarena berlangsung selama dua hari, 9–10 Mei 2026, dengan beragam rangkaian acara : pemaparan materi dari para senior secara luring maupun daring, permainan interaktif pembangun karakter, sesi pengenalan peran dan fungsi forum anak, hingga latihan kepemimpinan.

Sebagai tahap lanjut, seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini akan berkompetisi dalam ajang Pemilihan Duta Anak Jeneponto. Ajang ini menjadi sarana pengujian nyata seberapa kuat komitmen, wawasan, dan jiwa cinta daerah yang dimiliki anak-anak Jeneponto, serta bagaimana mereka membawa suara dan aspirasi anak ke ruang-ruang kebijakan.

Melalui kegiatan ini, Forum Anak Turatea kembali membuktikan bahwa anak-anak bukan hanya objek pembangunan, melainkan subjek yang aktif, kreatif, dan bertanggung jawab. Dengan semangat 100% Cinta Jeneponto, mereka bertekad mewujudkan mimpi-mimpi besar demi masa depan daerah yang lebih maju, beradab, dan sejahtera. (*)