Seremoni Penyerahan Truk Listrik Evershine Group pada tanggal 2 April 2026. Dari kiri ke kanan: Bapak Yoga Adiwinarto, Direktur Pengembangan Bisnis KALISTA; Bapak Albert Aulia Ilyas, Direktur Utama KALISTA; Bapak Peter Sung, Direktur Ever Shine Group; Bapak Michael Sung, Direktur Ever Shine Group 

TANGGERANG – Ketegangan geopolitik global yang berdampak pada fluktuasi pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan sektor logistik di Indonesia yang memiliki kebutuhan distribusi tinggi. Kondisi ini mendorong sejumlah pelaku industri untuk segera berpindah ke solusi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Salah satu langkah tersebut dilakukan oleh PT Primarajuli Sukses (PRS), anak perusahaan PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI), yang mulai mengimplementasi penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) untuk operasional distribusinya. Implementasi ini difasilitasi oleh penyedia ekosistem kendaraan listrik komersial komprehensif, KALISTA, kamis(02/04/2026).

Transisi Menuju Logistik Rendah Emisi

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Ever Shine Group dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung target nasional menuju net zero emission pada 2060. Hingga saat ini, sekitar 70% kebutuhan energi perusahaan akan dipenuhi dari sumber energi terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 1,34 MWp dan pembangkit berbasis gas sebesar 1 MW yang sudah terpasang dan PLTS fase 2 berkapasitas 2.1 MWp yang akan operasional di Juli 2026.

Dalam implementasinya, PRS menggunakan skema fleet-as-a-service KALISTA dengan model operating lease, yang memungkinkan perusahaan melakukan transisi tanpa investasi awal pada aset kendaraan. Kepemilikan unit berada di KALISTA, sehingga seluruh aspek risiko dan tanggung jawab operasional, termasuk pemeliharaan, layanan purna jual, pengelolaan fitur, hingga integrasi IoT, sepenuhnya merupakan tanggung jawab KALISTA didukung oleh brand. Dengan ini, PRS dapat lebih fokus pada operasional logistik dan distribusi produk kepada pelanggan. Inisiatif ini merupakan yang pertama diimplementasikan pada sektor tekstil, menjadikannya referensi baru bagi perusahaan tekstil lainnya untuk memulai transisi menuju EV.

Direktur Ever Shine Group, Michael Sung, menyatakan, “Kami menjawab tantangan kelangkaan BBM dengan mengambil langkah strategis untuk memulai adopsi EV sebagai kendaraan operasional kami. Penggunaan 6 (enam) truk listrik akan digunakan untuk distribusi produk di area Jakarta dan Bandung kepada end customer kami seperti Uniqlo, Atalon, Shopee, Gojek, Grab, Torch dan Eiger. Sebelumnya, kami sudah melakukan uji coba bersama KALISTA untuk dua tipe truk yang digunakan, dengan hasil yang sangat positif, tercatat, kami bisa menghemat biaya bahan bakar hingga 40%. Selain itu, dalam mendukung pengembangan mobilitas berbasis EV secara menyeluruh, kami juga menghadirkan satu unit minibus untuk shuttle karyawan yang juga dioptimalkan untuk pengiriman barang saat tidak digunakan.”

Pemilihan truk listrik dilakukan berdasarkan survei komprehensif oleh KALISTA terhadap pola operasional PRS, guna memastikan unit yang digunakan mampu memberikan performa optimal. Sebagai penyedia ekosistem EV yang komprehensif, KALISTA juga berperan merancang strategi pengisian daya termasuk pembangunan infrastruktur charger maupun pemanfaatan SPKLU KALISTA yang tersebar di sepanjang rute operasional Jakarta – Bandung. KALISTA juga turut memfasilitasi uji coba operasional, sehingga PRS dapat mengevaluasi kinerja unit secara objektif dalam kondisi operasional nyata.

Dalam implementasinya, KALISTA juga mengintegrasikan seluruh armada dengan Fleet Management System (FMS) KALISTA, K-Move Dashboard, yang memungkinkan pemantauan operasional secara real-time serta memberikan visibilitas menyeluruh terhadap pola penggunaan kendaraan.

Yoga Adiwinarto, Direktur Pengembangan Bisnis KALISTA, menambahkan, “Kolaborasi dengan PRS mencerminkan komitmen KALISTA dalam menghadirkan solusi mobilitas logistik yang efisien, nyata dan berkelanjutan di tengah dinamika pasokan BBM. Selain lebih efisien secara energi, EV juga mampu menekan emisi serta biaya operasional secara keseluruhan. Hasil uji coba dalam kondisi operasional nyata menunjukkan adanya efisiensi biaya operasional hingga 27% per bulan. Dengan hasil yang positif ini, kami juga turut mengajak perusahaan logistik lainya untuk memulai transisi ke EV bersama KALISTA melalui dukungan ekosistem terintegrasi dari perencanaan hingga operasional.”

Tekan Biaya Bahan Bakar Hingga 40% di tengah Gejolak Pasokan BBM  

Adapun armada yang digunakan untuk operasional logistik PRS terdiri dari 4-unit Foton E-Miller dengan kapasitas baterai 81,14 kWh dan daya angkut hingga 4 ton, serta 2-unit Foton E-Aumark dengan kapasitas baterai 63,75 kWh dan daya angkut hingga 2,5 ton. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pada satu kali pengisian, kedua unit dapat menempuh jarak hingga 200 km. Pada rute Tangerang-Bandung, proses pengisian daya dilakukan saat waktu istirahat sehingga tidak menggangu operasional, dengan durasi pengisian sekitar 40 menit (20%-80%). Sebelum memulai operasionalnya, seluruh armada akan melakukan pengisian pertama pada SPKLU PRS yang berlokasi di fasilitas manufaktur PRS, Tigaraksa. Secara keseluruhan, hasil uji coba menunjukkan performa yang positif. Penghematan biaya energi mencapai 40% per bulan dan pengurangan emisi mencapai 30%, sementara efisiensi biaya operasional secara keseluruhan tercatat hingga 27% per bulan.

Potensi Replikasi di Industri 

Penggunaan kendaraan listrik dalam distribusi logistik tekstil ini dinilai dapat menjadi referensi awal bagi sektor industri lain yang memiliki kebutuhan distribusi serupa. Meski masih dalam tahap implementasi awal, hasil uji coba menunjukkan adanya peluang efisiensi sekaligus pengurangan emisi untuk implementasi jangka panjang.

Seiring meningkatnya tekanan terhadap biaya energi dan tuntutan keberlanjutan, pendekatan seperti ini diperkirakan akan semakin banyak diadopsi oleh pelaku industri logistik di Indonesia.