MATASULSEL.ID,  MAKASSAR – Aktivitas ekonomi ritel di Kota Makassar menunjukkan tren positif pada pekan ketiga Ramadan.

Hal ini tercermin dari lonjakan signifikan jumlah pengunjung di Mal Ratu Indah yang mencapai rata-rata hingga 48 ribu orang per hari saat akhir pekan, menandakan meningkatnya daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah kunjungan tahun ini tumbuh sekitar 15 persen.

Kenaikan tersebut menjadi indikator menguatnya konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi salah satu motor utama perekonomian daerah, khususnya di sektor perdagangan dan jasa.

Secara rinci, rata-rata kunjungan pada hari biasa (weekday) melonjak dari sekitar 14.000 menjadi 25.300 pengunjung per hari.

Sementara pada akhir pekan (weekend), angka kunjungan meningkat tajam dari 22.000 menjadi 48.300 pengunjung per hari.

Lonjakan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya aktivitas transaksi di pusat perbelanjaan.

Sektor fesyen menjadi pendorong utama perputaran ekonomi di dalam mal. Tenant yang menjual busana muslim, modest wear, hingga pakaian kasual mencatat kepadatan pengunjung yang signifikan.

Fenomena ini sejalan dengan pola konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat menjelang Lebaran, terutama untuk kebutuhan sandang.

Tidak hanya tenant tetap, pelaku usaha yang tergabung dalam pameran fesyen juga merasakan dampak positif.

Sejumlah tenant mengungkapkan bahwa daya beli pengunjung tahun ini lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya, ditandai dengan peningkatan transaksi harian.

Selain itu, sektor food & beverage turut menikmati efek berganda dari meningkatnya kunjungan.

Momentum buka puasa bersama menjadi katalis utama meningkatnya okupansi restoran dan food court, terutama pada saat menjelang berbuka hingga malam hari.

Hal ini menunjukkan adanya perputaran ekonomi yang lebih luas, tidak hanya terpusat pada ritel fesyen tetapi juga kuliner.

Manajemen mal juga mendorong aktivitas belanja melalui berbagai strategi promosi. Diskon hingga 70 persen yang ditawarkan tenant menjadi stimulus tambahan untuk meningkatkan konsumsi masyarakat, sekaligus menjaga daya tarik pusat perbelanjaan di tengah persaingan ritel.

Operational Manager Mal Ratu Indah, Agusta Palapa Gobel, menyatakan bahwa tren peningkatan ini telah diprediksi sejak awal Ramadan.

“Memasuki pekan ketiga Ramadan, kami melihat peningkatan kunjungan yang cukup signifikan, baik di weekday maupun weekend. Tren ini juga lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, yang menunjukkan antusiasme masyarakat dalam berbelanja semakin meningkat,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas layanan di tengah lonjakan tersebut, manajemen melakukan penambahan personel, khususnya di sektor keamanan dan kebersihan.

Langkah ini penting guna memastikan kenyamanan pengunjung tetap terjaga, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di dalam area mal.

Ke depan, manajemen optimistis tren pertumbuhan ini akan terus berlanjut hingga mendekati Idulfitri. Bahkan, operasional mal tetap dibuka saat hari raya, mulai pukul 12.00 hingga 22.00 WITA, guna mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang ingin bersilaturahmi maupun berbelanja bersama keluarga.

Lonjakan kunjungan ini tidak hanya mencerminkan semarak Ramadan, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa konsumsi domestik di Makassar tengah mengalami penguatan.

Jika tren ini berlanjut, sektor ritel berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional pada kuartal pertama 2026.