MATASULSEL.ID, MAKASSAR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kota Makassar di kancah internasional.

Salah satu siswi SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga, Sheina Azzahra, berhasil mengharumkan nama Indonesia setelah meraih Bronze Award Grade 6 pada ajang International Talent Mathematics Contest (ITMC) 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand.

Kompetisi matematika internasional bergengsi tersebut diikuti oleh pelajar dari berbagai negara.

Pada penyelenggaraan tahun ini, ITMC diikuti oleh peserta dari delapan negara, yakni Indonesia, Filipina, Vietnam, Brasil, Thailand, Taiwan (Republik Tiongkok), Bangladesh, dan Iran.

Keberhasilan Sheina menjadi kebanggaan tersendiri tidak hanya bagi sekolahnya, tetapi juga bagi Indonesia.

Ia menjadi salah satu wakil yang berhasil membawa pulang penghargaan dari ajang yang dikenal memiliki tingkat kesulitan soal tinggi dan menguji kemampuan penalaran matematika peserta secara mendalam.

Dalam kompetisi ini, kontingen Indonesia berada di bawah naungan Klinik Pendidikan MIPA (KPM), lembaga resmi yang bertugas menyeleksi sekaligus membina siswa-siswa terbaik untuk mewakili Indonesia pada berbagai kompetisi sains tingkat internasional.

Proses Seleksi Ketat hingga Final di Bangkok

Perjalanan menuju panggung internasional tersebut tidaklah mudah. Kompetisi ITMC dilaksanakan melalui dua tahapan utama yang harus dilalui peserta.

Tahap pertama adalah First Round yang dilaksanakan pada Desember 2025. Tahapan ini merupakan seleksi awal bagi peserta dari berbagai negara.

Siswa yang berhasil lolos dari tahap ini berhak melaju ke Final Round yang digelar secara langsung di Bangkok, Thailand.

Final Round ITMC 2026 berlangsung pada 28 Februari hingga 4 Maret 2026, menghadirkan ratusan peserta terbaik dari berbagai negara untuk saling berkompetisi dalam menyelesaikan soal-soal matematika tingkat tinggi.

Sebelum berangkat ke Thailand, para peserta dari Indonesia terlebih dahulu mengikuti program karantina akademik selama lima hari di Bogor.

Program ini bertujuan untuk memberikan pembinaan intensif, memperkuat pemahaman konsep matematika, serta melatih strategi penyelesaian soal yang sering muncul dalam kompetisi internasional.

Karantina tersebut menjadi salah satu tahap penting dalam mempersiapkan mental dan kemampuan peserta sebelum menghadapi kompetisi global.

Kebanggaan bagi Sekolah dan Indonesia

Guru pembina Tim Olimpiade Sains Athirah (TOSA), Norjanah, S.Pd., mengaku sangat bersyukur atas pencapaian yang diraih oleh Sheina. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, serta dukungan berbagai pihak.

Ia menilai Sheina merupakan siswa yang memiliki semangat belajar tinggi serta karakter yang baik.

“Semangat belajarnya luar biasa, tidak mengenal waktu. Selain pintar dan rajin belajar, ia juga sangat sopan. Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari dukungan orang tua yang luar biasa di rumah,” ujarnya.

Norjanah berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain di lingkungan sekolah.

“Semoga capaian ini dapat memotivasi teman-teman serta adik-adik kelas lainnya untuk terus berprestasi dan berani mengikuti berbagai kompetisi,” tambahnya.

Tantangan Soal yang Lebih Kompleks

Bagi Sheina sendiri, pengalaman mengikuti kompetisi matematika di tingkat internasional menjadi pengalaman yang sangat berkesan sekaligus menantang.

Ia mengaku tingkat kesulitan soal pada ITMC 2026 jauh lebih tinggi dibandingkan kompetisi yang pernah ia ikuti sebelumnya.

“Saya merasa lomba di Thailand lebih sulit karena soal-soalnya lebih panjang dan benar-benar menguji kemampuan penalaran,” ujar Sheina saat tiba di Makassar, Jumat (6/3/2026).

Meski demikian, ia mengaku senang bisa berkompetisi bersama peserta dari berbagai negara dan mendapatkan pengalaman belajar yang berharga.

Menurutnya, ajang seperti ITMC tidak hanya menguji kemampuan berhitung, tetapi juga kemampuan berpikir logis, analitis, dan strategi dalam menyelesaikan masalah.

Keberhasilan yang diraih Sheina juga tidak lepas dari dukungan kuat dari keluarga dan lingkungan sekolah.

Orang tua Sheina, Suhartina Basrah, ST., MT., mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian putrinya. Ia menilai peran sekolah sangat besar dalam mendukung perkembangan potensi akademik siswa.

Menurutnya, sekolah memberikan fasilitas serta bimbingan yang sangat baik bagi siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang akademik, khususnya sains dan matematika.

“Guru-guru di Athirah tidak hanya berpengalaman dan berpengetahuan luas, tetapi juga senantiasa memberi motivasi kepada siswa untuk berani ikut serta dalam berbagai kompetisi,” ungkapnya.

Ia juga menilai lingkungan belajar yang positif sangat membantu anak-anak untuk berkembang secara maksimal.

“Dukungan ini terbukti sangat membantu keberhasilan Sheina dalam meraih prestasi,” tambahnya.

Komitmen Mencetak Generasi Berprestasi

Prestasi yang diraih Sheina menjadi bukti komitmen SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga dalam mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global.

Sekolah terus mendorong siswa untuk mengembangkan potensi mereka melalui berbagai program pembinaan akademik, termasuk pembinaan olimpiade sains melalui Tim Olimpiade Sains Athirah.

Pendekatan pendidikan yang menekankan pada pengembangan karakter, kecerdasan akademik, serta kepercayaan diri dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan siswa Athirah dalam berbagai kompetisi.

Prestasi Sheina juga menjadi bukti bahwa siswa dari Makassar mampu bersaing dengan pelajar dari berbagai negara di dunia.

Ke depan, diharapkan semakin banyak siswa Indonesia yang mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka di berbagai ajang internasional, sekaligus mengharumkan nama bangsa di tingkat global.