Makassar – Di tengah berkembangnya budaya ngopi di Indonesia, menikmati secangkir kopi kini bukan lagi sekadar kebiasaan menghilangkan kantuk. Bagi banyak orang, kopi telah menjadi hobi, gaya hidup, sekaligus sarana membangun silaturahmi. Suasana itulah yang ditawarkan Warkop H. Edy Flyover di Jalan Urip Sumoharjo No. 225, Makassar, yang tetap mempertahankan konsep warung kopi tradisional dengan sentuhan kekeluargaan, senin(02/08/2026).

Setiap pagi hingga malam hari, Warkop H. Edy menjadi tempat berkumpul berbagai kalangan, mulai dari pegawai, pengusaha, mahasiswa, jurnalis, komunitas, hingga masyarakat umum. Di tempat ini, secangkir kopi menjadi penghubung lahirnya diskusi, bertukar pengalaman, mempererat persahabatan, hingga melepas penat setelah menjalani aktivitas.

Budaya minum kopi sendiri memiliki sejarah panjang. Catatan sejarah menyebutkan kopi pertama kali dikenal di dataran tinggi Ethiopia sekitar abad ke-9 Masehi atau sekitar tahun 800-an. Selanjutnya, pada abad ke-15 kopi mulai dibudidayakan di Yaman sebelum menyebar ke Turki, Eropa, hingga Asia melalui jalur perdagangan. Di Indonesia, kopi diperkenalkan sekitar tahun 1696 pada masa kolonial Belanda dan berkembang pesat sejak awal abad ke-18 hingga menjadikan Nusantara sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di dunia.

Perkembangan tersebut melahirkan budaya warung kopi yang hingga kini masih bertahan sebagai ruang publik untuk berdiskusi, membangun relasi, dan mempererat silaturahmi. Di Makassar, warung kopi bahkan telah menjadi bagian dari identitas kehidupan masyarakat.

Semangat itu tetap dijaga oleh Warkop H. Edy Flyover. Warung kopi ini menyajikan kopi Robusta dengan karakter rasa yang kuat dan aroma khas, serta kopi Arabika yang menawarkan cita rasa lebih lembut dengan aroma yang kompleks. Setiap sajian kopi disuguhkan bersama air putih sappa dan aneka kue tradisional khas Bugis-Makassar, sehingga menghadirkan pengalaman ngopi yang sederhana namun penuh makna.

Peracik kopi Warkop H. Edy Flyover, Muh. Ananda, mengatakan bahwa meracik kopi bukan sekadar pekerjaan, melainkan hobi yang telah menjadi bagian dari kesehariannya. Menurutnya, setiap cangkir kopi memiliki karakter tersendiri sehingga membutuhkan ketelitian dalam menentukan takaran bubuk kopi, suhu air, hingga teknik penyeduhan agar menghasilkan cita rasa yang tetap konsisten.

“Bagi saya, meracik kopi itu bukan hanya menyeduh, tetapi bagaimana menghadirkan rasa yang bisa dinikmati pelanggan. Kami menggunakan kopi Robusta dan Arabika pilihan dengan tetap mempertahankan ciri khas penyajian Warkop H. Edy, yaitu ditemani air putih sappa dan kue tradisional. Kepuasan pelanggan menjadi semangat kami untuk terus menjaga kualitas rasa dan pelayanan,” ujar Muh. Ananda, peracik kopi Warkop H. Edy Flyover, Senin (3/8/2026).

Selain menghadirkan cita rasa yang khas, kopi juga dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan apabila dikonsumsi secara bijak. Kandungan kafein dapat membantu meningkatkan fokus, konsentrasi, dan kewaspadaan saat memulai aktivitas. Sementara kandungan antioksidan di dalam kopi berperan membantu melindungi tubuh dari radikal bebas.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang dapat dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, penyakit hati, dan penyakit Parkinson. Namun demikian, konsumsi kopi tetap dianjurkan dalam batas yang wajar serta disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Tak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, suasana hangat di warung kopi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan mental. Momen berkumpul bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja sambil menikmati secangkir kopi dapat membantu mengurangi stres, mempererat hubungan sosial, dan menciptakan rasa nyaman di tengah padatnya aktivitas.

Keberadaan Warkop H. Edy Flyover membuktikan bahwa warung kopi tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat meski di tengah pesatnya perkembangan kafe modern. Dengan mempertahankan racikan kopi Robusta dan Arabika berkualitas, tradisi penyajian air putih sappa, serta sajian kue-kue tradisional khas Bugis-Makassar, Warkop H. Edy tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga budaya, memperkuat silaturahmi, dan menginspirasi masyarakat bahwa hobi menikmati kopi dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat jika dilakukan secara seimbang.

Bagi para pencinta kopi, Warkop H. Edy Flyover bukan hanya menyuguhkan secangkir minuman, tetapi juga menghadirkan pengalaman, cerita, dan kehangatan yang membuat setiap tegukan terasa lebih bermakna.