JENEPONTO, matasulsel.id — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jeneponto mengeluarkan imbauan resmi terkait percepatan penginputan bukti dukung untuk penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Berdasarkan publikasi terbaru Bappeda Jeneponto, waktu penginputan data pada portal resmi Kemendagri kini tersisa kurang lebih 9 hari lagi. Seluruh Perangkat Daerah, termasuk Satuan Pendidikan (PAUD, SD, SMP), hingga Pemerintah Desa dan Kelurahan diminta tidak menunda-nunda waktu penginputan hingga mendekati batas akhirdeadline.
Kepala Bappeda Kabupaten Jeneponto, Alfian Affandi Sam, memberikan perhatian khusus dan menginstruksikan seluruh pimpinan perangkat daerah yang telah memiliki kesiapan dokumen untuk segera mendaftarkan inovasinya.
“Partisipasi aktif seluruh Perangkat Daerah sangat menentukan capaian Indeks Inovasi Daerah Jeneponto. Kami mengimbau agar data dan berkas pendukung segera diunggah secara akurat dan transparan tanpa menunggu hari terakhir guna menghindari kendala teknis sistem,” tegas Alfian.
Dalam imbauan resminya, Bappeda menetapkan empat langkah krusial yang perlu diperhatikan oleh para pengelola inovasi:
1.Melengkapi Seluruh Dokumen: Memastikan berkas sesuai dengan indikator yang dipersyaratkan Kemendagri.
2.Validasi Data: Memastikan data yang diinput lengkap, benar, dan dapat dipertanggungjawabkan.
3.Koordinasi Aktif: Segera berkonsultasi dengan tim pengelola apabila menemui kendala teknis penginputan.
4.Hindari Prokrastinasi: Tidak menunda penginputan mendekati jadwal penutupan.
Sebagai bentuk dukungan konkret dan langkah akselerasi, Bappeda Jeneponto baru-baru ini menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) khusus penginputan bukti dukung yang berlangsung di Ruang Pertemuan Bappeda Jeneponto.
Bimtek tersebut dihadiri langsung oleh Tim Inovasi Daerah sekaligus Tim Ahli Penyelenggaraan Inovasi Daerah Kabupaten Jeneponto, Dr. Rahman Ramlan, serta diikuti oleh perwakilan dari berbagai Perangkat Daerah dan instansi teknis.
Dalam pemaparannya, Rahman Ramlan menekankan bahwa keberadaan inovasi bukan sekadar untuk memenuhi kriteria kompetisi IGA semata, melainkan instrumen nyata perbaikan tata kelola pemerintahan.
“Inovasi yang disuguhkan oleh OPD, hingga tingkat desa satuan pendidikan dan kelurahan pada hakikatnya adalah komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang transparan, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Jeneponto,” ujar Rahman.
Kabupaten Jeneponto memiliki rekam jejak yang sangat membanggakan. Pada ajang IGA tahun 2025 lalu, Jeneponto sukses mengukir prestasi sebagai kabupaten dengan peningkatan indeks inovasi tertinggi di Indonesia.
Capaian positif tersebut menjadi pemicu semangat bagi seluruh elemen Pemkab Jeneponto pada tahun 2026 ini. Dengan sinergi seluruh pihak dan optimalisasi sisa waktu yang ada, Kabupaten Jeneponto optimistis dapat mempertahankan budaya inovasi daerah dan menargetkan predikat sebagai Kabupaten Paling Inovatif di Indonesia.
Penginputan bukti dukung IGA 2026 secara mandiri dapat dilakukan melalui tautan resmi Kemendagri di :
[https://indeks.inovasi.bskdn.kemendagri.go.id/dashboard/](https://indeks.inovasi.bskdn.kemendagri.go.id/dashboard/). (*)

Tinggalkan Balasan