PANGKEP – Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Nursaidatulnisyah, menggelar program edukasi bertajuk “Pemanfaatan Dedak dan Jerami Padi sebagai Pakan Alternatif Sapi Potong” di Kelurahan Bori Appaka, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, pada 28 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan limbah pertanian sebagai solusi penyediaan pakan ternak yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Program tersebut menyasar para peternak sapi potong dengan memberikan pemahaman mengenai potensi dedak dan jerami padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Melalui penyuluhan dan praktik langsung, peserta diperkenalkan cara mengolah kedua bahan tersebut menjadi pakan alternatif yang ekonomis, mudah diperoleh, dan memiliki nilai manfaat bagi ternak.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan demonstrasi pembuatan silase berbahan dasar jerami padi.

Metode ini diharapkan mampu membantu peternak menyediakan cadangan pakan berkualitas, terutama saat musim kemarau atau ketika hijauan pakan sulit diperoleh.

Nursaidatulnisyah menjelaskan, pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak tidak hanya dapat menekan biaya produksi peternak, tetapi juga menjadi langkah untuk mengurangi limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Melalui kegiatan tersebut, para peternak diharapkan mampu memproduksi pakan alternatif secara mandiri sehingga ketersediaan pakan sapi potong dapat terjaga sepanjang tahun.

Dengan demikian, produktivitas ternak dapat dipertahankan sekaligus meningkatkan efisiensi usaha peternakan.

Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN-T 116 Universitas Hasanuddin kepada masyarakat.

Melalui inovasi sederhana yang memanfaatkan potensi lokal, mahasiswa berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak di Kelurahan Bori Appaka dalam menerapkan sistem penyediaan pakan ternak yang lebih berkelanjutan, efisien, dan ramah lingkungan.