JENEPONTO, matasulsel.id — Membangun generasi masa depan yang berintegritas tidak bisa lagi menunggu hingga seseorang memasuki usia dewasa.

Berangkat dari kesadaran mendalam bahwa pondasi karakter paling kuat dibentuk pada masa golden age (usia dini), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DIKBUD) Kabupaten Jeneponto mengambil langkah akseleratif dan monumental.

Melalui kolaborasi strategis lintas sektor, Dikbud Jeneponto resmi menggelar kegiatan Sosialisasi Literasi Hukum, Perlindungan Anak, dan Penerapan Pendidikan Anti Korupsi (PAK) berbasis Kurikulum Satuan PAUD.

Acara yang berlangsung hangat dan penuh semangat di Ruang Guru Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto ini dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kabupaten Jeneponto, Hj. Salmawati Paris, SE.
Mengusung tema utama “Membangun Ekosistem PAUD yang Berintegritas, Aman, Inklusif, Transparan dan Bebas Gratifikasi melalui Keteladanan Pendidik, kegiatan ini menjadi batu pijakan utama dalam mengimplementasikan Inovasi PAUD “MABBAJI KI'” di seluruh wilayah Kabupaten Jeneponto.

Keteladanan Pendidik Sebagai Kunci Utama Character Building
Dalam arahan resminya yang mendalam dan inspiratif, Bunda PAUD Kabupaten Jeneponto, Hj. Salmawati Paris, SE, menekankan pentingnya pendekatan aplikatif dan ketauladanan nyata ketimbang sekadar teori di dalam kelas.

“Pendidikan Anti Korupsi dan literasi hukum tidak bisa diajarkan secara teoretis semata kepada anak usia dini. Kuncinya terletak pada keteladanan pendidik dan penanaman 9 nilai karakter MABBAJI KI secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Kita ingin membentuk ekosistem PAUD yang benar-benar aman, ramah anak, inklusif, serta bebas dari segala bentuk gratifikasi maupun pungutan tak berdasar sejak dari pondasi terdepan,”* tegas Hj. Salmawati Paris.

Program Strategis yang Berkelanjutan
Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) PAUD Bidang PAUD dan PNF DIKBUD Jeneponto, Salahuddin AL Ayyubi, melaporkan bahwa sosialisasi ini diikuti secara antusias oleh 55 Satuan Pendidikan PAUD se-Kabupaten Jeneponto.

Ia menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari perencanaan strategis daerah yang telah dianggarkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Seksi PAUD Bidang PAUD dan PNF Tahun 2026.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) PAUD dan PNF DIKBUD Jeneponto, Agus Rizal DM, mengungkapkan komitmennya untuk menjadikan 55 satuan PAUD sasaran ini sebagai role model lembaga PAUD berintegritas.

“Inovasi ‘MABBAJI KI” hadir untuk menyatukan 9 nilai karakter utama ke dalam aktivitas harian dan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP). Kita ingin nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, hingga kepedulian hidup dan bertumbuh secara alami dalam keseharian anak-anak kita,”* tutup Agus Rizal DM.