MATASULSEL.ID, MAMASA — Saat sebagian daerah masih menikmati suasana santai di awal tahun, pemandangan berbeda justru terlihat di Kabupaten Mamasa.

Udara pagi yang dingin sejak subuh tak menyurutkan langkah masyarakat untuk berbondong-bondong menuju Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Mamasa.

Sejak pukul 05.00 WITA, antrean wajib pajak telah terbentuk demi melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan.

Fenomena ini menjadi kontras dengan anggapan umum bahwa awal tahun masih menjadi masa “longgar” untuk urusan perpajakan.

Tenggat pelaporan yang masih panjang, belum terbitnya bukti potong, hingga kebiasaan menunda kerap menjadi alasan. Namun, di Mamasa, kesadaran perpajakan justru tumbuh lebih awal.

Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran wajib pajak yang datang dari kecamatan-kecamatan dengan jarak tempuh cukup jauh.

Mereka rela berangkat dini hari dan mengantre lebih awal agar dapat segera menyelesaikan kewajiban perpajakannya. Semangat tersebut mencerminkan tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa pajak merupakan kontribusi nyata bagi pembangunan.

KP2KP Mamasa resmi membuka layanan perpajakan tahun 2026 pada Jumat, 2 Januari 2026. Sebagai bentuk komitmen pelayanan prima, petugas bahkan membuka layanan lebih awal dari jadwal guna mengakomodasi tingginya jumlah wajib pajak yang datang. Langkah ini dilakukan agar seluruh masyarakat dapat terlayani secara optimal.

Salah satu wajib pajak, Metusala, mengaku sengaja datang sejak pagi buta. “Saya berangkat subuh karena jarak rumah cukup jauh. Saya ingin pelaporan SPT Tahunan cepat selesai dan tidak menunggu antrean terlalu lama,” ungkapnya.

Kepala KP2KP Mamasa menyampaikan apresiasi atas kepatuhan dan semangat masyarakat. Ia mengimbau agar wajib pajak terus menjaga kebiasaan melaporkan SPT tepat waktu dan tidak menunda hingga batas akhir.

“Batas pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi adalah 31 Maret 2026, sementara Wajib Pajak Badan hingga 30 April 2026,” jelasnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Seksi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Sulselbartra, Sumin.

Menurutnya, antrean sejak subuh di KP2KP Mamasa menjadi indikator positif meningkatnya kesadaran perpajakan masyarakat.

“Ini menunjukkan bahwa edukasi berkelanjutan serta transformasi digital perpajakan, termasuk pemanfaatan Coretax, mulai memberikan dampak nyata,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Direktorat Jenderal Pajak akan terus berkomitmen memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan transparan guna menjaga kepercayaan publik.

Tingginya antusiasme pelaporan sejak awal tahun ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain serta memperkuat administrasi perpajakan nasional secara berkelanjutan.