MATASULSEL.ID, MAKASSAR — Peralihan masyarakat menuju kendaraan ramah lingkungan kian nyata di Sulawesi. Sepanjang tahun 2025, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mencatat lonjakan signifikan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), dengan jumlah transaksi meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengungkapkan bahwa selama tahun 2025 tercatat 6.328 kali transaksi pengisian daya kendaraan listrik di SPKLU PLN wilayah Sulselrabar.

Angka tersebut melonjak 370 persen dibandingkan periode mudik tahun sebelumnya yang hanya mencatat 1.699 transaksi.

“Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan SPKLU PLN terus tumbuh. Kami berkomitmen menghadirkan layanan pengisian kendaraan listrik yang andal, mudah diakses, dan nyaman bagi seluruh pengguna,” ujar Edyansyah.

Sebagai bentuk kesiapan infrastruktur, PLN UID Sulselrabar saat ini mengoperasikan 65 unit SPKLU yang tersebar di 52 lokasi strategis di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

Keberadaan SPKLU ini menjadi penopang utama meningkatnya mobilitas pengguna kendaraan listrik di kawasan tersebut.

Pertumbuhan penggunaan SPKLU sejalan dengan peningkatan jumlah kendaraan listrik. Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah Sulawesi Selatan, jumlah mobil listrik di Sulsel tercatat sebanyak 184 unit pada 2023, meningkat menjadi 512 unit pada 2024, dan melonjak signifikan pada 2025 menjadi 1.256 unit.

Pengguna kendaraan listrik pun merasakan langsung manfaat layanan SPKLU PLN. Fahrul, salah satu pengguna mobil listrik yang ditemui saat mengisi daya di SPKLU PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Karebosi, mengapresiasi fasilitas fast charging yang disediakan.

“Pengisian dayanya cepat dan tempatnya nyaman. Ini sangat membantu mobilitas kami,” ungkap Fahrul.

Apresiasi serupa disampaikan Rudianto, pengguna mobil listrik yang ditemui di SPKLU PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Parepare. Ia mengaku puas dengan layanan yang diberikan PLN.

“Saya merasa lebih praktis dan tidak perlu mengantre saat mengisi daya di SPKLU PLN,” ujarnya.

Sementara itu, Afrizal, pengguna kendaraan listrik yang ditemui di SPKLU PLN UP3 Makassar Selatan, menyoroti efisiensi biaya sebagai keunggulan utama kendaraan listrik.

“Dari sisi biaya operasional jauh lebih hemat. Dulu pakai mobil konvensional bisa habis Rp500 ribu per bulan. Sekarang dengan mobil listrik dan isi daya di SPKLU PLN, cukup sekitar Rp200 ribu per bulan,” jelas Afrizal.

Melalui pengembangan SPKLU yang masif dan pelayanan berkelanjutan, PLN UID Sulselrabar menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih serta mendorong terciptanya ekosistem kendaraan listrik yang semakin kuat di kawasan Sulawesi.