MAKASSAR — Kasus pengeroyokan dan penikaman terhadap petugas keamanan pusat perbelanjaan Ramayana di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Boulevard,
Kecamatan Panakkukang, Makassar, mulai menemukan titik terang. Korban, Syahril, mengaku mengenali para pelaku yang diduga merupakan hubungan bapak dan anak.
Pengakuan tersebut disampaikan Syahril saat menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Grestelina, setelah didatangi aparat dari Polsek Panakkukang.
Menurut keterangan korban, insiden bermula ketika dirinya menegur petugas parkir agar tidak memarkir kendaraan tepat di depan pintu masuk Ramayana karena dapat menghalangi akses kendaraan pengunjung.
“Setelah saya tegur, saya langsung dipukul oleh salah satu pelaku. Tidak lama kemudian, pelaku tersebut mengayunkan parang yang sudah disiapkan. Saya tangkis dengan tangan kiri, lalu tiba-tiba ada yang menikam saya dari belakang,” ungkap Syahril.
Lebih lanjut, korban menyebut dirinya mengenali tiga orang pelaku. Dua di antaranya diduga merupakan bapak dan anak, masing-masing berinisial H dan U.
Syahril berharap pihak kepolisian segera menangkap para pelaku dan memberikan keadilan atas peristiwa yang dialaminya. “Saya berharap pelaku segera diamankan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Panakkukang, Kompol HJ Ema Ratna, menyampaikan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan saksi serta bukti di lokasi kejadian guna mengungkap secara pasti identitas dan peran masing-masing pelaku.
Kasus ini menambah daftar insiden kekerasan yang terjadi di ruang publik saat kegiatan CFD, yang seharusnya menjadi ruang aman bagi masyarakat untuk beraktivitas.

Tinggalkan Balasan