GOWA — Suasana religius menyelimuti Masjid Besar Limbung saat ratusan jamaah berkumpul dalam kegiatan Tabligh Akbar yang dirangkaikan dengan halal bihalal, Senin (30/3).

Kegiatan ini digelar oleh Majelis Taklim Binaan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bajeng dan menjadi ruang temu yang hangat antara pemerintah dan masyarakat.

Hadir di tengah jamaah, Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin menyampaikan apresiasi atas konsistensi majelis taklim dalam menghidupkan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, tabligh akbar bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas.

“Kegiatan ini menghadirkan para ustaz dan dai yang luar biasa. Suasananya membangkitkan semangat keimanan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menjadi sarana sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat,” ujarnya.

Di balik lantunan doa dan tausiyah, kegiatan ini juga menyiratkan kekuatan gotong royong warga Bajeng. Berdasarkan laporan yang diterima, sekitar 750 anggota majelis taklim aktif menggelar pengajian di berbagai desa.

Angka ini, menurut Darmawangsyah, menjadi cermin tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga kehidupan religius.

Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga pembentukan akhlak dan nilai spiritual.

Karena itu, kolaborasi antara majelis taklim, Pemerintah Kabupaten Gowa, dan Kementerian Agama dinilai menjadi kunci penting.

“Tujuannya sama, membangun akhlak masyarakat, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan ketakwaan. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah, harus bersama-sama dengan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Tabligh Akbar, Sumarti, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar.

Ia mengapresiasi keterlibatan aktif para pengurus majelis taklim, jamaah, dan seluruh elemen masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan bagi kita semua, mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan iman dan ketakwaan,” ungkapnya.

Tabligh akbar ini menghadirkan sejumlah penceramah, di antaranya Zein Asfar Affandi, Muhammad Nurhilal, dan Mubayyinul Haq, yang menyampaikan tausiyah penuh makna kepada jamaah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa Jamaris, Kepala KUA Bajeng Muh Akbar, Camat Bajeng Ahmad Rajab, serta para tokoh agama, masyarakat, dan pemuda se-Kecamatan Bajeng.

Di penghujung acara, suasana terasa seperti pelukan kolektif sebuah komunitas—hangat, penuh harap, dan saling menguatkan.

Dari masjid yang menjadi pusat cahaya itu, semangat kolaborasi kembali diteguhkan: bahwa harmoni sosial tumbuh dari iman, kebersamaan, dan langkah yang seirama.