MATASULSEL.ID, MAKASSAR – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) Grup, subholding dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di sektor Marine, Equipment, Port Services, Dredging, dan Shipyard (MEPS), menorehkan capaian strategis di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil mencatatkan predikat Zero Fatality dengan total 19.347.232 jam kerja pelayanan tanpa insiden fatal.
Capaian tersebut menjadi penegasan komitmen SPJM dalam membangun lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif di tengah karakter industri kepelabuhanan dan maritim yang berisiko tinggi. Status nihil fatalitas bukan sekadar statistik, melainkan indikator konsistensi budaya keselamatan yang terintegrasi dari level manajemen hingga operasional.
Atas kinerja tersebut, SPJM menerima penghargaan dari holding Pelindo yang diserahkan oleh Group Head K3 dan Sistem Manajemen PT Pelindo dalam ajang Safety Forum yang dihadiri perwakilan entitas Pelindo Grup.
SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh insan perusahaan. “Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan wujud komitmen berkelanjutan kami dalam memperkuat layanan sekaligus memastikan penerapan K3L berjalan konsisten di seluruh lini. Kami ingin K3 tidak hanya menjadi awareness, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja,” ujarnya.
Sebagai perusahaan yang beroperasi di sektor jasa kemaritiman dengan tingkat risiko tinggi, SPJM memperkuat sistem pencegahan melalui berbagai langkah strategis. Di antaranya peningkatan safety awareness bagi pekerja dan mitra eksternal, pelaksanaan rutin management walkthrough oleh jajaran manajemen puncak, hingga penguatan kompetensi pekerja melalui pelatihan basic life support dan safety drill secara berkala.
Selain itu, pengendalian risiko dilakukan secara sistematis melalui penyusunan dan pembaruan risk register seperti Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR) serta Hazard Risk Assessment (HRA) di seluruh unit kerja. Pendekatan ini memastikan potensi bahaya dapat diidentifikasi sejak dini dan dimitigasi secara terukur.
Tubagus Patrick menambahkan, penghargaan yang diraih menjadi pemacu bagi seluruh insan SPJM untuk terus disiplin dalam penerapan K3L. “Keselamatan bukan sekadar program tahunan, melainkan komitmen bersama agar setiap insan perusahaan dapat bekerja dengan aman dan kembali ke rumah dengan selamat,” tegasnya.
Dengan torehan lebih dari 19 juta jam kerja tanpa fatalitas, SPJM memperkuat posisinya sebagai entitas maritim yang tidak hanya berorientasi pada kinerja layanan, tetapi juga menjadikan keselamatan sebagai fondasi utama keberlanjutan bisnis di sektor kepelabuhanan nasional.


Tinggalkan Balasan