GOWA — Angka miliaran rupiah mengalir ke kas daerah, tetapi ada pesan tegas yang ikut menyertainya.

Pemerintah Kabupaten Gowa resmi menerima setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dividen sebesar Rp3,49 miliar dari Perumda Air Minum Tirta Jeneberang untuk Tahun Buku 2025.

Capaian ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah kontribusi perusahaan daerah tersebut.

Penyerahan dividen berlangsung di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Jumat (10/4).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyebut capaian ini sebagai bukti nyata kinerja perusahaan daerah dalam mendukung keuangan pemerintah.

“Ini pencapaian terbaik secara finansial, sekitar Rp3,4 miliar. Artinya, kontribusi Perumda kepada daerah semakin kuat,” ujarnya.

Namun di balik capaian itu, Bupati Husniah tak ingin angka besar menjadi satu-satunya tolok ukur. Ia mengingatkan, kualitas pelayanan kepada masyarakat harus berjalan seiring dengan peningkatan laba.

“Masih ada masyarakat yang puas dan belum puas. Ini yang harus dibenahi. Jangan hanya fokus pada angka, tetapi pelayanan terbaik juga harus jadi prioritas,” tegasnya.

Menurutnya, keseimbangan antara keuntungan perusahaan dan manfaat sosial merupakan kunci keberhasilan Perumda sebagai penyedia layanan publik.

Air bersih, kata dia, bukan sekadar komoditas bisnis, tetapi kebutuhan dasar yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya integritas seluruh jajaran perusahaan, baik dalam pelayanan maupun pengelolaan keuangan.

Jika ketiga aspek tersebut—pelayanan, keseimbangan profit dan manfaat, serta integritas—dijalankan dengan baik, kinerja perusahaan diyakini akan terus meningkat.

Bahkan, Bupati optimistis capaian dividen ke depan bisa menembus angka Rp4 miliar pada 2027.

Tak hanya itu, Husniah mendorong Perumda untuk mulai berinovasi memanfaatkan potensi besar sumber daya air di Gowa.

Selain memenuhi kebutuhan lokal, peluang ekspansi ke wilayah sekitar seperti Makassar dan Maros dinilai terbuka lebar.

“Ke depan kita bisa kembangkan air minum dalam kemasan. Apalagi dengan hadirnya Bendungan Jenelata pada 2028, pasokan air akan meningkat dan membuka peluang ekonomi baru,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda AM Tirta Jeneberang, Hasanuddin Kamal, menjelaskan lonjakan dividen tahun ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah serta berbagai pembenahan internal.

“Tahun buku 2025 kami membukukan laba sekitar Rp14 miliar dan menyerahkan dividen Rp3,49 miliar. Ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp700 juta,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah langkah strategis terus dilakukan, mulai dari perluasan cakupan layanan hingga peningkatan kapasitas produksi air, termasuk di wilayah Bontomarannu.

“Dengan kapasitas yang meningkat, layanan akan semakin luas dan berdampak pada peningkatan pendapatan serta kontribusi PAD ke depan,” tambahnya.

Dengan tren positif ini, Perumda Tirta Jeneberang kini berada di persimpangan penting: mempertahankan kinerja keuangan sekaligus menjawab harapan masyarakat akan layanan air bersih yang lebih baik.