MATASULSEL.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Rapat Koordinasi lintas sektor mendorong percepatan pendistribusian program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui), dan balita non-PAUD (3B).

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Jumat (27/2).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Gowa sebagai salah satu daerah percontohan pelaksanaan MBG di Sulawesi Selatan.

Program MBG merupakan bagian dari kebijakan prioritas nasional Presiden RI dalam penguatan kualitas sumber daya manusia.

“Program MBG adalah prioritas nasional yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Kita ingin distribusinya semakin tepat sasaran, terutama karena penanganan stunting juga menjadi fokus utama pemerintah pusat,” ujar Bupati.

Ia menyampaikan, capaian prevalensi stunting Kabupaten Gowa saat ini berada pada angka 17 persen dan menjadi yang terendah di Sulawesi Selatan.

Capaian tersebut diharapkan terus menurun melalui sinergi pemerintah daerah dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta penguatan intervensi pada kelompok 3B.

Menurutnya, kolaborasi antara SPPG dan perangkat daerah, khususnya Dinas PPKB, menjadi kunci optimalisasi program.

Terlebih, Kabupaten Gowa memiliki program Gassing Nganre yang sejalan dengan intervensi gizi 3B sehingga dapat disinergikan untuk memperluas cakupan layanan.

Selain percepatan distribusi, rakor juga membahas pengawasan kualitas dan keamanan pangan sesuai standar gizi.

Penguatan peran Satgas serta petugas distribusi di lapangan dinilai penting guna memastikan makanan yang diterima memenuhi standar dan memberikan manfaat optimal bagi penerima.

Bupati berharap, komitmen bersama antar perangkat daerah, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), pengelola MBG, serta mitra kerja lainnya dapat memastikan distribusi berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Shodiqin, menekankan pentingnya intervensi gizi pada kelompok 3B dalam mencegah stunting, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Ia menjelaskan, BKKBN memiliki basis data sasaran hingga tingkat desa melalui jaringan kader yang tersebar di seluruh wilayah. Di Sulawesi Selatan terdapat 589 SPPG, dengan 348 unit atau sekitar 60 persen telah menyasar kelompok 3B.

“Khusus Kabupaten Gowa terdapat sekitar 60 SPPG dan 52 di antaranya telah menyasar 3B dengan total kurang lebih 16 ribu penerima manfaat. Diharapkan seluruh SPPG dapat segera menyalurkan 100 persen intervensi kepada sasaran 3B dengan memperkuat koordinasi penyuluh KB, kader TPK, dan pengelola SPPG,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas PPKB Kabupaten Gowa, Sofyan Daud, menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini merupakan forum penguatan komitmen lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas keluarga.

Berdasarkan data Dinas PPKB, total sasaran MBG 3B di Kabupaten Gowa mencapai 46.808 orang, terdiri atas 3.998 ibu hamil, 3.655 ibu menyusui, dan 39.155 balita non-PAUD, dengan dukungan 1.770 kader TPK.

“Hingga Februari, jumlah sasaran yang telah diintervensi sebanyak 16.379 orang atau 34,99 persen. Terdiri dari 1.321 ibu hamil, 2.142 ibu menyusui, dan 12.916 balita non-PAUD. Dari 18 kecamatan, masih terdapat 5 kecamatan yang belum melaksanakan intervensi MBG 3B. Sementara dari 167 desa/kelurahan, baru 62 yang menjalankan program tersebut,” paparnya.

Melalui penguatan koordinasi dan percepatan cakupan layanan, Pemkab Gowa menargetkan seluruh sasaran 3B dapat menerima manfaat program MBG secara menyeluruh sebagai bagian dari strategi berkelanjutan dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi masa depan.