MATASULSEL.ID, MAKASSAR – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui edukasi pengelolaan keuangan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan mengajak masyarakat menerapkan tahapan pengelolaan keuangan yang sederhana namun efektif dalam kehidupan sehari-hari.

Pengelolaan keuangan yang baik diawali dengan perencanaan yang matang. OJK menekankan pentingnya membuat kalender keuangan, baik secara pribadi maupun keluarga, sebagai langkah awal untuk mencapai tujuan keuangan. Dengan perencanaan yang jelas, masyarakat dapat mengatur pemasukan dan pengeluaran secara lebih terkontrol.

Tahapan berikutnya adalah membiasakan diri untuk menabung dan berhemat. Masyarakat diimbau untuk cermat dalam memenuhi kebutuhan tanpa mengorbankan kenyamanan hidup. Dengan mencari alternatif yang lebih efisien, aktivitas sehari-hari tetap dapat dinikmati tanpa harus menguras isi dompet.

Selain itu, OJK juga mengingatkan pentingnya menyiapkan dana darurat. Idealnya, setiap individu atau keluarga memiliki dana darurat setara dengan tiga hingga enam bulan pengeluaran bulanan. Dana ini menjadi penyangga keuangan ketika menghadapi kondisi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau kebutuhan mendesak lainnya.

Tahapan terakhir yang tidak kalah penting adalah mengelola utang secara bijak. OJK mengajak masyarakat untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap utang yang dimiliki, khususnya yang berbunga tinggi. Dengan menyusun strategi pembayaran yang efektif, beban keuangan dapat diminimalkan dan stabilitas finansial tetap terjaga.

Melalui edukasi ini, OJK Sulselbar berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat dan terencana. Dengan keuangan yang terkelola baik, diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat serta ketahanan ekonomi keluarga semakin kuat.