MATASULSEL.ID — Momentum Ramadan tak hanya menjadi ajang berbagi kebahagiaan, tetapi juga peluang emas untuk menanamkan kebiasaan finansial yang sehat sejak usia dini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak para orang tua memanfaatkan tradisi pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai sarana edukasi literasi keuangan bagi anak.

Melalui materi edukasi yang disosialisasikan kepada masyarakat, OJK menekankan pentingnya mengenalkan nilai uang kepada anak sejak awal. Salah satu cara sederhana adalah mengajak anak menghitung jumlah THR yang diterima.

Dari aktivitas kecil ini, anak mulai memahami konsep dasar uang sekaligus belajar bahwa uang tidak untuk dihabiskan sekaligus, melainkan perlu dikelola secara bijak.

“Ramadan dan Idulfitri adalah momen yang tepat untuk membangun pemahaman anak tentang pentingnya mengatur keuangan. Kebiasaan ini bisa menjadi fondasi yang kuat bagi masa depan mereka,” tulis OJK dalam materi edukasinya.

Tak hanya itu, OJK juga mendorong orang tua untuk mengajarkan anak membagi THR ke dalam beberapa pos penggunaan.

Misalnya, sebagian dialokasikan untuk ditabung, sebagian digunakan untuk membeli kebutuhan atau keinginan, serta sebagian lainnya disisihkan untuk berbagi dengan sesama.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam menanamkan nilai tanggung jawab, perencanaan, dan empati sosial sejak dini.

Dengan metode yang sederhana namun bermakna, anak diharapkan dapat memahami bahwa uang memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar alat belanja.

Edukasi ini juga menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang cerdas secara finansial di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

OJK menegaskan, peran keluarga sangat krusial dalam membangun literasi keuangan anak. Orang tua diharapkan tidak hanya menjadi pemberi, tetapi juga pembimbing yang aktif dalam mengarahkan cara anak mengelola uangnya.

Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya literasi keuangan, langkah kecil seperti mengelola THR diharapkan dapat menjadi benih kebiasaan baik yang tumbuh menjadi kemandirian finansial di masa depan.

Ramadan pun bukan hanya tentang berbagi kebahagiaan, tetapi juga tentang menanamkan nilai yang akan terus berbuah sepanjang kehidupan.