MATASULSEL.ID, MAKASSAR — Komitmen memperkuat kolaborasi dan menjaga pertumbuhan industri pusat perbelanjaan di kawasan timur Indonesia kembali ditegaskan dalam Musyawarah Daerah (MUSDA) Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Sulawesi Selatan dan Barat Tahun 2026.
Forum strategis ini digelar di Saoraja Ballroom, Wisma Kalla, Makassar, dan menjadi momentum konsolidasi sekaligus penetapan kepemimpinan baru periode 2026–2029.
MUSDA APPBI DPD Sulselbar dihadiri Ketua DPP APPBI Alphonzus Widjaja, Ketua DPD APPBI Sulselbar Ricky Theodores yang juga CEO KALLA Land & Property, Sales & Marketing General Manager KALLA Property Rasmila Sari Suaib, serta jajaran manajemen pusat perbelanjaan di Sulawesi Selatan dan Barat.
Sejumlah pengelola mal yang hadir antara lain Mal Ratu Indah, NIPAH PARK, Trans Studio Mall Makassar, Phinisi Point, Mal Panakkukang, Panakkukang Square Mall, Mall GTC Makassar, Makassar Town Square, dan Maleo Town Square. Turut hadir Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Makassar, Yulianti, S.E.
Ketua DPD APPBI Sulselbar Ricky Theodores dalam sambutannya menyampaikan bahwa APPBI Sulselbar telah melalui tiga periode kepengurusan dan terus berkembang sebagai wadah kolaboratif antar pengelola pusat perbelanjaan.
“MUSDA APPBI menjadi ruang strategis untuk memperkuat kerja sama, kolaborasi, serta berbagi pengalaman dan pengetahuan antar pengelola pusat belanja. Forum ini juga menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan,” ujar Ricky.
Sementara itu, Ketua DPP APPBI Alphonzus Widjaja menegaskan bahwa MUSDA memiliki peran krusial dalam menjaga soliditas organisasi sekaligus memastikan keberlanjutan industri pusat perbelanjaan, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat.
“Musda ini bertujuan mempererat silaturahmi dan memperkuat kerja sama agar APPBI semakin solid. Selain itu, forum ini menjadi sarana menentukan arah organisasi demi kemajuan industri pusat perbelanjaan,” kata Alphonzus.
Ia menambahkan, tantangan pengelolaan pusat perbelanjaan saat ini tidak lagi sebatas pada aspek fisik bangunan, melainkan mencakup seluruh lini operasional, terutama dalam menciptakan pengalaman berbelanja yang berkualitas.
“Fokus utama ke depan adalah bagaimana meningkatkan customer journey dan customer experience agar masyarakat merasa nyaman dan betah saat beraktivitas di pusat perbelanjaan,” lanjutnya.
Alphonzus juga menekankan posisi strategis pusat perbelanjaan sebagai fasilitas publik yang tidak hanya berperan dalam aktivitas perdagangan, tetapi juga memiliki fungsi sosial, budaya, edukasi, hingga kesehatan.
Pemerintah, menurutnya, terus mendorong pusat perbelanjaan untuk berkontribusi aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Konsumsi masyarakat menjadi kontributor terbesar perekonomian nasional dengan kontribusi sekitar 57 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Karena itu, APPBI bersama pemerintah terus menginisiasi berbagai program nasional seperti Indonesia Shopping Festival, Indonesia Great Sale, Bina Diskon, dan program lainnya untuk menggerakkan daya beli masyarakat.
Sulawesi sendiri menjadi wilayah yang mendapat perhatian khusus dari DPP APPBI, mengingat pertumbuhan ekonominya konsisten berada di atas rata-rata nasional.
Selain itu, tingkat okupansi pusat perbelanjaan di wilayah ini hampir mencapai 100 persen, serta menunjukkan tingginya minat retailer nasional untuk berekspansi dan berkembang di Sulawesi.
MUSDA APPBI DPD Sulselbar 2026 ditutup dengan agenda pemilihan ketua. Dalam forum tersebut, Ricky Theodores kembali terpilih sebagai Ketua DPD APPBI Sulselbar periode 2026–2029.
Sementara itu, Michael Rambi, General Manager Trans Studio Mall Makassar, ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPD APPBI Sulselbar periode yang sama.
Prosesi pelantikan pengurus terpilih secara resmi dilakukan oleh Ketua DPP APPBI Alphonzus Widjaja sebagai simbol kesinambungan kepemimpinan dan komitmen bersama dalam memajukan industri pusat perbelanjaan di Sulawesi Selatan dan Barat.
Melalui MUSDA ini, APPBI DPD Sulselbar diharapkan terus menjadi wadah kolaborasi strategis antara pengelola pusat perbelanjaan dan para pemangku kepentingan, serta berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas industri ritel di kawasan Sulawesi.


Tinggalkan Balasan