MAKASSAR — Semangat May Day 2026 dipastikan akan mengguncang Kota Makassar. Gelaran May Day Fest 2026 yang akan berlangsung pada 1 Mei mendatang di Anjungan Pantai Losari diproyeksikan menjadi momentum kebangkitan gerakan buruh terbesar tahun ini, dengan partisipasi massa yang terus meningkat, senin(13/04/2026).
Kegiatan akbar ini dimotori oleh Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) dan JARNAS Indonesia sebagai penggerak konsolidasi kekuatan buruh dan masyarakat. May Day Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga simbol persatuan, solidaritas, dan dorongan kuat untuk perubahan yang lebih adil bagi kelas pekerja.
Berdasarkan keterangan resmi panitia pelaksana (12/4/26), sejumlah agenda utama akan memeriahkan kegiatan ini, di antaranya fun walk, bazar murah dan UMKM, vergradering (rapat umum), serta panggung Buruh yang akan menjadi pusat ekspresi, hiburan, sekaligus penyampaian aspirasi massa.
Ketua Panitia, Delandy, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kebangkitan solidaritas buruh dan rakyat.
“May Day Fest 2026 bukan sekadar seremoni, ini adalah panggung rakyat. Kami ingin menunjukkan bahwa buruh itu kuat, bersatu, dan memiliki peran besar dalam pembangunan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapan besar agar pemerintah turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. “Kami berharap Pemerintah Kota Makassar, Kapolda, PangKodaral dan Pangdam Hasanuddin dapat memberikan support penuh, karena ini adalah gerakan bersama yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Konfedasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) yang juga ketua JARNAS Indonesia Sulsel Akhmad Rianto, S.H., menegaskan bahwa momentum May Day Buruh harus menjadi kekuatan penggerak perekonomian bangsa bersama-sama dengan seluruh komponen petani, rakyat miskin kota, pedagang kaki lima, pedagang pasar tradisional, pekerja rumah tangga serta kelompok perempuan dan disabilitas untuk bahu membahu membangun persatuan nasional sebagai penggerak ekonomi di sektor informal yang turut serta dalam pembangunan negara.
Ditengah situasi global hari ini kami kaum buruh mendorong agar kemandirian bangsa harus segera kita bangun di segala sektor baik di pertanian, pertambangan, kelautan, pelabuhan, pertanahan dan segala sektor yang menguasai hajat hidup orang banyak agar kedaulatan sebagai negara bangsa dapat terwujud.
“Ini saatnya buruh bersatu dan menunjukkan kekuatannya. May Day adalah momentum perjuangan, bukan hanya perayaan. Kita ingin perubahan nyata,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua wilayah KPBI Makassar, Tono, atau yang akrab disapa Bung Tono, menegaskan bahwa pelaksanaan May Day tahun ini menjadi langkah baru dalam cara perjuangan buruh.
“May Day 2026 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kita identik dengan aksi demonstrasi di jalan, kali ini untuk pertama kalinya kita hadir dengan pendekatan yang lebih elegan, dinamis, persuasif, dan humanis. Ini menunjukkan bahwa buruh adalah makhluk sosial yang mampu berinteraksi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pemahaman tentang buruh harus diluruskan di tengah masyarakat. “Perlu diingat, buruh bukan hanya mereka yang bekerja di pabrik-pabrik. Buruh adalah seluruh kelompok pekerja dari berbagai sektor. Kita adalah penopang devisa negara, dan sudah sepatutnya mendapatkan kesejahteraan sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang,” tegas Bung Tono.
Dari pantauan awak media, antusiasme masyarakat terus melonjak. Hingga saat ini, jumlah peserta yang telah mendaftarkan diri tercatat mencapai kurang lebih 3.000 orang, dan diperkirakan akan terus bertambah hingga hari pelaksanaan.
Dengan semangat besar yang diusung melalui slogan “Bangkit, Lawan, Hancurkan Tirani”, May Day Fest 2026 diyakini akan menjadi salah satu peringatan Hari Buruh paling besar dan berpengaruh di Sulawesi Selatan, sekaligus menegaskan bahwa suara buruh adalah kekuatan yang tidak bisa diabaikan.

Tinggalkan Balasan