MATASULSEL.ID, MAKASSAR — Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Mal Ratu Indah (MaRI) kembali menghadirkan program tahunan MaRI Ramadan Raya sebagai ruang kebersamaan, refleksi, dan perayaan budaya bagi masyarakat Makassar.

Tahun ini, MaRI mengangkat tema “Serambi Madinah”, terinspirasi dari kearifan lokal Gorontalo yang dikenal dengan julukan tersebut di kawasan timur Nusantara.

Konsistensi MaRI dalam mengangkat kekayaan budaya Indonesia setiap Ramadan kembali terlihat.

Setelah menampilkan pesona Lombok pada 2023, kehangatan Borneo pada 2024, dan nuansa Surau Aceh pada 2025, kini MaRI mengajak pengunjung mengenal lebih dekat Gorontalo—daerah yang menjadikan nilai agama sebagai fondasi kehidupan sosial dan adat istiadatnya.

Tema “Serambi Madinah” dihadirkan bukan sekadar sebagai dekorasi, melainkan sebagai pengalaman menyeluruh.

Pengunjung akan disambut dengan ornamen tematik khas Gorontalo yang menghadirkan suasana hangat dan religius, menciptakan atmosfer Ramadan yang lebih reflektif di tengah dinamika kota.

Rangkaian kegiatan MaRI Ramadan Raya 2026 juga dirancang memadukan unsur budaya, fesyen, dan hiburan bernuansa Islami. Salah satu agenda unggulan adalah MaRI Muslim Fashion Wear 2026 yang digelar pada 3–5 Maret 2026 di Main Atrium.

Bekerja sama dengan komunitas modelling Makassar, kegiatan ini menampilkan peragaan busana dari pelaku UMKM lokal dan tenant fesyen MaRI. Ajang ini menjadi ruang apresiasi bagi industri kreatif sekaligus inspirasi gaya Ramadan bagi para pengunjung.

Nuansa budaya Gorontalo semakin kental melalui program MaRI Menari yang menampilkan tarian tradisional Dana-Dana khas Gorontalo.

Pertunjukan ini dijadwalkan pada 28 Februari dan 3 Maret 2026, menghadirkan semangat tradisi yang hangat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya “Serambi Madinah” dari timur Indonesia kepada masyarakat Makassar dan sekitarnya.

Sepanjang Ramadan, MaRI juga menghadirkan MaRI dalam Nada Spesial Ramadan. Sajian musik religi dan penampilan akustik bernuansa syahdu akan mengisi area mal, menciptakan suasana yang lebih menenangkan sekaligus memperkaya pengalaman berbelanja dan berbuka puasa.

Tak kalah menarik, bazar kuliner Ramadan yang berlokasi di Public Plaza MaRI menjadi magnet utama bagi pengunjung.

Beragam pilihan menu berbuka puasa ditawarkan, menjadikan area ini ruang berkumpul yang hangat bagi keluarga dan sahabat untuk menikmati momen kebersamaan.

Operational Manager Mal Ratu Indah, Agusta Palapa Gobel, menyampaikan bahwa manajemen telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung selama Ramadan.

“Setiap tahun kami mengantisipasi peningkatan jumlah pengunjung yang cukup signifikan selama Ramadan. Karena itu, kami menyiapkan personel tambahan di berbagai titik operasional, meningkatkan patroli tim keamanan, serta memastikan seluruh utilitas dan fasilitas gedung dalam kondisi prima—mulai dari area parkir, AC, lift, eskalator, hingga toilet—agar pengunjung merasa nyaman selama berada di MaRI,” ujarnya.

Ia menambahkan, perhatian khusus juga diberikan pada area kuliner yang menjadi pusat aktivitas saat waktu berbuka puasa.

“Untuk bazar tematik maupun di dalam gedung, khususnya di SAO Food Court, kami menambahkan perlengkapan makan serta personel tambahan, terutama pada jam-jam padat seperti waktu berbuka, sehingga pengunjung tetap nyaman dan terlayani dengan baik,” tutupnya.

Melalui MaRI Ramadan Raya 2026, MaRI tidak hanya menghadirkan rangkaian kegiatan musiman, tetapi juga ruang untuk belajar, berbagi, dan menghidupkan kembali esensi Ramadan di tengah kehidupan urban.

Dengan mengangkat kearifan Gorontalo sebagai “Serambi Madinah”, MaRI berharap dapat terus menjadi destinasi pilihan keluarga dalam merayakan Ramadan—bukan sekadar pusat aktivitas, melainkan ruang yang sarat nilai, budaya, dan kebersamaan.