MATASULSEL.ID, GOWA — Seorang lanjut usia (lansia) dilaporkan meninggal dunia dan diduga mengalami kelelahan setelah berkunjung ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Gowa, Senin (3/2/2026).

Peristiwa tersebut menyita perhatian publik dan mendapat tanggapan resmi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Gowa.

Kepala Dinas Dukcapil Gowa, Edi Sucipto, menjelaskan bahwa berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), almarhum tiba di lantai 2 MPP Gowa pada pukul 15.08 WITA untuk mengurus layanan administrasi kependudukan.

“Berdasarkan CCTV, yang bersangkutan tiba di lantai 2 MPP pada pukul 15.08 WITA. Pada saat itu antrean pelayanan sebenarnya sudah berakhir, namun atas dasar kebijaksanaan dan pertimbangan kemanusiaan, beliau tetap dilayani,” ujar Edi Sucipto.

Ia menuturkan, proses pelayanan langsung dibantu oleh Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dukcapil Gowa bersama petugas loket. Dokumen yang dimohonkan almarhum berhasil diselesaikan dengan cepat.

“Dokumen kependudukan yang dimohonkan telah selesai pada pukul 15.12 WITA, sesuai data pada Aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), dan dokumen tersebut telah diserahkan langsung kepada yang bersangkutan,” jelasnya.

Menurut Edi, sebelum meninggalkan loket pelayanan, almarhum masih dalam kondisi sadar dan sempat menyampaikan salam serta ucapan terima kasih kepada petugas loket dan Kepala Bidang PIAK.

“Beliau bahkan sempat berpamitan dan mengucapkan terima kasih kepada petugas loket serta Kabid PIAK sebelum meninggalkan area pelayanan,” tambahnya.

Menanggapi berkembangnya opini publik, Edi Sucipto menegaskan bahwa Dukcapil Gowa selama ini memiliki komitmen kuat dalam memberikan pelayanan inklusif, khususnya bagi kelompok rentan.

“Bahkan kami di Dukcapil Gowa memiliki tim khusus yang melayani langsung ke rumah-rumah penyandang disabilitas dan masyarakat rentan, termasuk pelayanan di rumah sakit, rumah sakit jiwa, serta warga yang sudah tidak memungkinkan lagi datang langsung ke kantor Dukcapil,” tegasnya.

Ia menyebutkan, program layanan jemput bola tersebut telah berjalan secara berkelanjutan dan terdokumentasi dengan baik.

“Seluruh kegiatan pelayanan langsung ke lapangan tersebut dapat dilihat dokumentasinya melalui akun Instagram resmi @dukcapilgowa,” ungkap Edi.

Terkait meninggalnya lansia tersebut, pihak Dukcapil Gowa menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa dari sisi pelayanan, seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai prosedur dan dengan pendekatan humanis.

“Kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Dari sisi pelayanan, kami memastikan almarhum telah dilayani dengan baik, cepat, dan penuh empati,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan medis resmi terkait penyebab pasti meninggalnya almarhum. Dugaan sementara mengarah pada faktor kelelahan mengingat kondisi usia lanjut yang bersangkutan.

Pemerintah Kabupaten Gowa melalui MPP dan Dukcapil menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang ramah, inklusif, dan berpihak pada kelompok rentan.