MATASULSEL.ID, KOLAKA — Upaya membangun ketahanan pangan berbasis masyarakat kembali menunjukkan hasil positif.

Petani binaan PT Vale Indonesia Tbk melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) berhasil memanen jagung pakan di Desa Tondowolio, Kabupaten Kolaka, menandai kebangkitan lahan pertanian yang sempat terbengkalai selama bertahun-tahun.

Panen jagung pakan yang dilakukan Kelompok Tani Padaidi di Kecamatan Tanggetada ini menjadi simbol transformasi lahan tidur menjadi sumber ekonomi produktif.

Program pendampingan yang dijalankan PT Vale, bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), dirancang untuk mendorong kemandirian petani melalui pertanian berkelanjutan dengan memaksimalkan potensi lokal.

Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian desa, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas.

Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan kelompok tani terbukti mampu menghidupkan kembali sektor pertanian yang sebelumnya tidak berkembang optimal.

Kepala Desa Tondowolio, Asmanuddin, mengungkapkan bahwa lahan yang kini dikelola Kelompok Tani Padaidi sebenarnya telah dibuka sejak 2015 dengan luas sekitar 27 hektare, namun sempat terbengkalai.

“Alhamdulillah, sejak tahun lalu lahan ini kembali dimanfaatkan. Dari total 27 hektare yang tersebar di empat dusun, sekitar 5 hektare telah ditanami jagung pakan. Panen hari ini menjadi bukti bahwa pertanian berbasis kelompok tani di desa kami mulai bangkit kembali,” ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Padaidi, Baharuddin, menambahkan bahwa produktivitas panen cukup menjanjikan, mencapai 6 hingga 7 ton per hektare.

Kelompok tani yang terbentuk pada November 2023 dengan 22 anggota ini optimistis dapat memperluas area tanam ke depan.

“Hasil panen yang baik ditambah harga jagung pakan di Kolaka yang berkisar Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus mengembangkan pertanian secara berkelanjutan,” katanya.

Head of External Regional and Growth PT Vale, Endra Kusuma, menegaskan bahwa keberhasilan panen ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Program PPM ini adalah bentuk dukungan nyata PT Vale dalam mendorong pemberdayaan petani melalui pemanfaatan potensi lokal. Kami meyakini kemandirian ekonomi masyarakat merupakan fondasi utama pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Endra juga menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan dengan pemerintah desa dan kelompok masyarakat untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu pilar ekonomi lokal, sejalan dengan prinsip inklusivitas dan keberlanjutan yang diusung perusahaan.

Melalui Program PPM PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa, perusahaan menargetkan dampak jangka panjang bagi masyarakat Kolaka, tidak hanya lewat peningkatan hasil pertanian, tetapi juga dengan menghidupkan kembali lahan-lahan tidur sebagai sumber penghidupan baru.

Kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.