MATASULSEL.ID, JAKARTA – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai stabilitas sistem keuangan nasional pada awal tahun 2026 berada dalam kondisi terjaga, di tengah dinamika perekonomian global dan domestik. Penilaian tersebut disampaikan dalam Rapat Berkala KSSK I Tahun 2026.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menyampaikan bahwa sektor jasa keuangan nasional menunjukkan ketahanan yang solid, ditopang oleh kinerja intermediasi yang tetap kontributif serta profil risiko yang terjaga dengan baik.

“Kinerja intermediasi perbankan tetap berjalan positif dan berkontribusi terhadap perekonomian, dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang memadai,” ujar Mahendra.

Mahendra menjelaskan, ketahanan perbankan nasional tercermin dari tingkat permodalan yang berada pada level tinggi.

Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan pada Desember 2025 tercatat sebesar 25,87 persen, jauh di atas ketentuan minimum, sehingga menjadi bantalan yang kuat dalam menghadapi berbagai potensi risiko.

Di sisi pasar modal, Mahendra menyebutkan bahwa kinerja pasar saham domestik menunjukkan tren positif pada triwulan IV 2025. Kondisi ini sejalan dengan terjaganya kinerja perekonomian nasional serta membaiknya sentimen global.

“Pasar saham domestik terus menunjukkan penguatan, didukung oleh fundamental ekonomi yang tetap solid dan kepercayaan investor yang terjaga,” katanya.

Selain itu, penghimpunan dana di pasar modal domestik juga terus mencatatkan capaian positif dan berkelanjutan, mencerminkan meningkatnya peran pasar keuangan dalam mendukung pembiayaan perekonomian nasional.

Sementara itu, pada sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP), OJK mencatat pertumbuhan yang tetap terjaga. Hingga Desember 2025, aset industri asuransi tercatat mencapai Rp1.201,96 triliun, atau tumbuh 6,01 persen secara tahunan (year on year/yoy).

“Pertumbuhan aset di sektor PPDP menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tetap kuat terhadap industri jasa keuangan non-bank, sekaligus mencerminkan stabilitas sektor ini secara keseluruhan,” tambah Mahendra.

Ke depan, Mahendra menegaskan OJK bersama anggota KSSK lainnya akan terus memperkuat koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas sistem keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global.