MATASULSEL.ID, JAKARTA – Dalam menyambut momentum suci Ramadan, realme yang dikenal sebagai brand pilihannya anak muda Indonesia menghadirkan kampanye spesial yang menyoroti makna kebersamaan, kehangatan keluarga, serta pentingnya saling memaafkan.

Kampanye ini dikemas melalui sebuah TV Commercial (TVC) emosional yang mengajak generasi muda untuk kembali memaknai Ramadan sebagai momen mempererat hubungan dengan orang-orang terdekat.

Melalui kampanye Ramadan tahun ini, realme menghadirkan kisah menyentuh tentang seorang mahasiswi bernama Naya, yang menjalani keseharian penuh kesibukan sebagai mahasiswa sekaligus pelaku usaha online.

Demi menjaga bisnisnya tetap berjalan, Naya kerap melakukan live streaming hingga larut malam untuk mengejar target penjualan.

Rutinitas tersebut tanpa disadari membuatnya perlahan menjauh dari keluarganya, terutama sang ibu yang terus berusaha menghubungi dan menanyakan kabarnya menjelang Eid al-Fitr.

Dalam beberapa adegan, digambarkan bagaimana Naya harus membagi waktu antara kuliah, mengelola toko online, dan melayani pelanggan yang terus berdatangan.

Pesan-pesan dari ibunya—mulai dari pengingat sahur hingga ajakan pulang karena Lebaran semakin dekat—kerap terlewat tanpa balasan.

Situasi tersebut memunculkan konflik emosional ketika sang ibu mulai merasa sedih karena jarang mendapat kabar, sementara Naya merasa harus tetap fokus pada tanggung jawab terhadap bisnis yang sedang ia bangun.

Cerita mencapai puncak haru ketika Naya menyadari bahwa ibunya selama ini diam-diam menjadi pendukung terbesar dalam hidupnya.

Hal itu terungkap saat ia mengetahui bahwa salah satu pelanggan setia yang selalu hadir dalam live streaming ternyata adalah akun milik ibunya sendiri.

Kesadaran tersebut mendorong Naya untuk pulang pada hari Lebaran dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada sang ibu.

Momen pertemuan kembali antara ibu dan anak ini menjadi klimaks emosional yang menegaskan bahwa permintaan maaf paling bermakna adalah yang disampaikan secara tulus dari hati ke hati.

Melalui kisah tersebut, realme ingin menyampaikan pesan bahwa teknologi tidak hanya berfungsi untuk mendukung produktivitas dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menjaga dan mempererat hubungan manusia.

Kampanye ini mengusung pesan utama “Make Sorry Real”, yang mengajak masyarakat—khususnya generasi muda—untuk benar-benar menghadirkan permintaan maaf secara nyata kepada orang-orang terkasih pada momen Ramadan dan Lebaran.

Lewat pendekatan emosional yang dekat dengan kehidupan anak muda masa kini, realme berharap kampanye ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk tidak hanya terhubung melalui teknologi, tetapi juga menghidupkan kembali nilai kebersamaan dan kasih sayang dalam keluarga.