MATASULSEL.ID, MAKASSAR — Tim SAR gabungan berhasil menemukan black box pesawat yang mengalami kecelakaan di kawasan pegunungan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, pada hari kelima pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Perangkat perekam penerbangan tersebut ditemukan pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengungkapkan bahwa black box yang ditemukan terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR).

Keduanya ditemukan oleh tim SAR gabungan saat melakukan penyisiran lanjutan di sekitar badan pesawat.

“Black box yang ditemukan terdiri dari FDR dan CVR. Kedua perangkat tersebut ditemukan di sekitar badan pesawat saat tim SAR melakukan penyisiran lanjutan di sektor pencarian,” ujar Arif.

Menurutnya, penemuan FDR dan CVR merupakan bagian krusial dalam penanganan kecelakaan pesawat, karena data yang tersimpan di dalamnya akan menjadi dasar utama proses investigasi.

Arif menjelaskan, Flight Data Recorder (FDR) berfungsi merekam berbagai parameter penerbangan, seperti ketinggian, kecepatan, arah dan posisi pesawat, serta kinerja mesin.

Data ini sangat penting untuk membantu pihak berwenang dalam merekonstruksi kondisi dan kronologi penerbangan sebelum terjadinya kecelakaan.

Sementara itu, Cockpit Voice Recorder (CVR) merekam percakapan di dalam kokpit, termasuk komunikasi antar awak pesawat serta suara-suara penting lainnya selama penerbangan yang dapat memberikan gambaran situasi menjelang insiden.

“Secara umum, FDR dan CVR ditempatkan di bagian ekor pesawat. Lokasi ini dirancang memiliki tingkat ketahanan lebih tinggi saat terjadi benturan, sehingga peluang penyelamatan data lebih besar,” jelasnya.

Arif menambahkan, setelah ditemukan, black box tersebut segera diamankan dan akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk dilakukan investigasi lanjutan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Penemuan black box ini menjadi langkah penting dalam proses investigasi kecelakaan pesawat. Sementara itu, tim SAR gabungan tetap melanjutkan tugas sesuai mandat, dengan fokus pada pencarian dan evakuasi korban serta pengamanan objek-objek penting di lokasi kejadian,” pungkas Arif.