MAKASSAR – Ruasana hangat Halal Bihalal yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat berubah menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan.

Di balik jabat tangan dan senyum silaturahmi, tersimpan agenda besar: memperkuat kolaborasi demi masa depan sektor jasa keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor OJK Sulselbar, Kamis (9/4), dihadiri berbagai pemangku kepentingan penting, mulai dari perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, hingga pelaku industri jasa keuangan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK).

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menegaskan bahwa momentum Halal Bihalal bukan sekadar seremoni pasca-Ramadan, melainkan ruang strategis untuk menyatukan visi dan memperkuat kepercayaan antarinstansi.

“Sinergi yang kuat menjadi fondasi penting dalam mendorong pengembangan sektor jasa keuangan di daerah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, yang menekankan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar masyarakat semakin memahami dan memanfaatkan layanan keuangan secara optimal,” jelasnya.

Melalui momentum ini, OJK berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat, sehingga sektor jasa keuangan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.